Sukabumi.suara.com - Kabar bahagia menyelimuti sepasang selebriti Anisa Rahma dan Anandito Dwi, keduanya akhirnya dikaruniai anak pertamanya usai pennatian 4 tahun lamanya. Kebahagiaan keduanya bertambah lantaran anak yang dilahirkan kembar dengan dua-duanya berjenis kelamin perempuan.
Akan tetapi, dibalik kebahagiaan yang terpancar tersebut terdapat perjuangan mempertaruhkan nyawa yang dilakukan oleh eks Cherrybelle tersebut demi buah hati tercinta.
Baru-baru ini dalam jumpa persnya, Anisa berujar bahwa ia melahirkan sebelum HPL (Hari Perkiraan Lahir).
"Pas mau tidur, tiba-tiba air ketuban pecah di kasur. Telepon Dokter Bee dan disuruh langsung ke rumah sakit," kata Anisa Rahma di Rumah Sakit Hermina, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Dokter lantas menyiapkan persalinan secara darurat dengan memutuskan mengambil metode persalinan secara Caesar dengan bius total untuk menghindari resiko kelumpuhan.
"Bayi kembarnya belum cukup bulan, mba Anisa baru disuntik pengencer darah. Kalau disuntik bius setengah badan, terjadi pendarahan, risikonya lumpuh," ujar Dokter Beeleonie yang menangani persalinan Anisa Rahma.
Namun rupanya bius total menyebabkan bayi tidak menangis. Oleh karenanya, untuk mengantisipasi hal tersebut dokter mengambil suatu tindakan medis.
"Kami melakukan operasi dengan sangat cepat, satu menit. Teknik operasi tumpul untuk mengurangi risiko pendarahan," imbuh dokter Beeleonie.