Mengenal Sesar Cimandiri, Patahan yang Diduga Sebabkan Gempa di Cianjur

Sukabumi

Rabu, 23 November 2022 | 14:00 WIB
Mengenal Sesar Cimandiri, Patahan yang Diduga Sebabkan Gempa di Cianjur
istockphoto

Sukabumi.suara.com - Gempa bumi yang terjadi pada Senin (21/11/2022) lalu menyisakan berbagai luka bagi semua orang. Dalam bencana alam gempa dengan kekuatan M 5,6 berhasil merusak ratusan rumah hingga fasilitas umum. Selain itu gempa tersebut juga telah memakan banyak korban jiwa. 

Diketahui lebih dari 260 orang meninggal dan 150 orang masih dalam pencarian akibat dari gempa bumi ini.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diketahui penyebab dari adanya gempa bumi di Cianjur disebabkan oleh pergeseran dari patahan atau Sesar Cimandiri.  

Pengertian Sesar

Menurut Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) menjelaskan jika sesar merupakan aktivitas geologi yang disebabkan oleh pergeseran secara relatif antara satu blok batuan dengan blok batuan yang lainnya. 

Pergerakan lempeng batuan tersebut yang nantinya akan menyebabkan adanya aktivitas tektonik. Umumnya gempa bumi terjadi di jalur patahan atau sesar tersebut. 

Sesar Cimandiri 

Sesar Cimandiri sendiri merupakan sesar yang aktif dan berada di Jawa Barat, Indonesia. Sesar Cimandiri sendiri memiliki bentangan yang cukup luas, yaitu dari muara Sungai Cimandiri, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi sampai dengan Kabupaten Subang

Selain itu Sesar Cimandiri juga mengarah ke timur laut melewati Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, yang nantinya juga akan mengalami pertemuan dengan Sesar Lembang di Padalarang dan juga Sesar Baribis di Kabupaten Subang. 

baca juga

Sesar Cimandiri merupakan sesar yang aktif, karena pertahunnya mengalami pergerakan dengan kecepatan geser 4-6 mm pertahun. Sesar Cimandiri sendiri dibagi menjadi lima segmen yaitu segmen Cimandiri Palabuhan Ratu-Citarik, Citarik-Cadasmalang, Ciceureum-Cirampo, Cirampo-Pegleseran, dan Pegleseran-Gandasoli. 

Diketahui Sesar Cimandiri sendiri sudah ada sejak 50 juta tahun yang lalu, atau terbentuknya saat tahap orogenesis II. Dalam sesar ini membentuk dua lembah yang besar yaitu Lembah Ciletuh dan Lembah Cimandiri yang hingga kini masih ada. Sesar ini juga terdiri dari dua regional, yaitu sesar naik dan sesar normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ikut Berduka Gempa Cianjur, Pj Gubernur DKI: Kami Telah Kirim Bantuan dan Mungkin Sampai Dibutuhkan

Ikut Berduka Gempa Cianjur, Pj Gubernur DKI: Kami Telah Kirim Bantuan dan Mungkin Sampai Dibutuhkan

Jakarta | Rabu, 23 November 2022 | 12:12 WIB

Mengenal Jenis-jenis Gempa Bumi Berdasarkan Penyebabnya

Mengenal Jenis-jenis Gempa Bumi Berdasarkan Penyebabnya

News | Rabu, 23 November 2022 | 11:54 WIB

Doa Meminta Pertolongan Kepada Allah SWT Usai Terjadi Gempa Bumi

Doa Meminta Pertolongan Kepada Allah SWT Usai Terjadi Gempa Bumi

Jogja | Rabu, 23 November 2022 | 11:41 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×