Dan hingga kini kami melihat kriteria tersebut ada pada sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kami juga mencatat sejumlah prestasi yang telah ditorehkan Ganjar Pranowo selama ia memimpin Jawa Tengah.
Keberhasilan Ganjar di Bidang Ekonomi
Pada 2014, atau tahun pertama ia menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar menerima penghargaan Satyalancana Pembangunan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan itu diberikan atas keberhasilannya meningkatkan perekonomian masyarakat lewat program sertifikasi untuk pengelola dan profesi koperasi.
Melalui program itu, Ganjar mendorong agar terjadi revitalisasi koperasi, khususnya Koperasi Unit Desa (KUD). Salah satu contoh yang dibanggakan Ganjar adalah KUD Mino Saroyo di Cilacap. Koperasi itu telah berhasil meningkatkan kesejahteraan para nelayan di sana.
Ganjar juga memaksimalkan BUMD untuk bisa memberikan akses permodalan lewat kredit murah. Sejak tahun 2016, Ganjar menggandeng Bank Jateng memberikan kredit murah bagi masyarakat. Adalah Mitra Jateng 25 dan Mitra 02, nama kredit dengan bunga rendah yang diluncurkan Ganjar bersama Bank Jateng.
Kebijakan ini mendapat apresiasi langsung dari Presiden Joko Widodo karena menjadi kredit usaha rakyat dengan bunga 7 persen dan 2 persen. Kredit ini menjadi pelopor bunga rendah di Indonesia dan membuka akses pembiayaan bagi pengusaha ultramikro, mikro dan usaha kecil sebagai modal usaha.
Sudah bukan rahasia lagi Ganjar sangat pro terhadap pelaku UMKM. Hal itu dibuktikan dengan pembinaan masif yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM. Ganjar juga menggandeng marketplace besar untuk membina UMKM lebih maju dan mandiri.
Saat ini tercatat, jumlah UMKM binaan Jateng tahun 2022 ada 177.256 unit dan menyerap tenaga kerja hingga 1.320.953 orang. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding awal dirinya menjabat yang hanya ada 30.339 unit dan penyerapan tenaga kerjanya 480.508 orang. Adapun omzetnya, tahun 2013 hanya mampu Rp 20.345 Triliun. Sedangkan pada 2022 Triwulan I, omzetnya mencapai Rp 68.387 Triliun.
Upaya-upaya Ganjar untuk pelaku usaha kecil lewat kredit usaha rakyat ini mendapat penghargaan Provinsi Terbaik Pengelolaan Kredit Usaha Rakyat dari Kemenko Perekonomian sebanyak dua kali. Yakni 2019 dan 2021
Selain program-program di atas, masih banyak lagi program Ganjar Pranowo di bidang ekonomi yang telah terbukti berhasil meningkatkan harkat hidup masyarakat di Jawa Tengah
Torehan Ganjar di Bidang Pendidikan
Selama menjadi Gubernur Jawa Tengah, ternyata Ganjar Pranowo memiliki kepedulian yang tinggi terhadap dunia pendidikan.
Ia sempat membuat sejumlah inovasi di bidang pendidikan, diantaranya membangun sekolah asrama gratis yang khusus untuk siswa miskin.
Sekolah tersebut diberi nama SMK Negeri Jateng yang terdapat di Semarang, Pati dan Purbalingga. Dan ke depannya, Ganjar berencana akan mendirikan lai belasan sekolah yang serupa.
Sejak 2020, Ganjar juga memebebaskan biaya SPP bagi semua siswa SMA/SMK/SLB Negeri di wilayah Jawa Tengah.
Pembiayaan pendidikan di sekolah-sekolah tersebut diambil dari Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) sehingga tidak lagi dibebankan kepada orang tua siswa.
Selain itu, Gubernur Ganjar juga meningkatkan kesejahteraan para guru honorer di wilayah Jawa Tengah. Ia menetapkan honor seluruh Guru Tidak tetap (GTT) dalam satuan pendidikan SMA, SMK dan SLM negeri sesuai dengan UMK dan masih tidambah lagi 10 persen.
Jika dulu guru honorer di Jateng hanya menerima Rp200 ribu perbulan, kini guru honorer ada yang menerima penghasilan hingga Rp2,3 juta.
Peduli dengan Kelompok Minoritas dan Pro Keberagaman
Masalah intoleransi keberagaman masih menjadi momok di Jawa Tengah. Hasil penelitian tentang kebebasan beragama oleh Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang menyebutkan, setidaknya terdapat puluhan kasus pelanggaran terjadi sepanjang tahun 2017 lalu. Kali ini, mayoritas pelanggaran didominasi penolakan terhadap kegiatan berbasis agama.
Masalah intoleransi sendiri hampir setiap tahun masih berkutat pada pendirian rumah ibadah, dan konflik horizontal di kalangan masyarakat. Permasalahan intoleransi di 2017 pada dasarnya tak jauh berbeda persoalan tahun sebelumnya.
Meski begitu, Ganjar Pranowo takhenti-hentinya menyuarakan semangat keberagaman dan menolak intoleransi beragama kepada warganya. Hal itu dilakukan dalam berbagai cara, secara langsung di hadapan warga, atau melalui kampanye kreatif melalui akun media sosialnya.
Namun tak hanya sekadar memberikan imbauan, Ganjar turut mengambil sikap dan menindak aksi intoleransi yang terjadi di wilayahnya. Salah satunya yang terjadi di Sragen pada 2020 lalu, dimana ada salah satu siswi yang dipaksa mengenakan jilbab di SMA Negeri 1 Gemolong, Sragen.
Menanggapi kasus tersebut Ganjar Pranowo memberikan perhatian khusus dengan menyatakan akan menemui langsung siswa yang bersangkutan, orang tuanya dan pihak guru di sekolah tersebut. Upaya Ganjar untuk menindak oknum pelaku teror pemaksaan jilbab itu patut diapresiasi karena merupakan Langkah nyata memerangi tindakan intoleransi di Jawa Tengah.
Sejumlah keberhasilan itu pula yang mendorong aktivis 98 dari simpul KM jayabaya yang sebagian dari mereka menetapkan untuk mendorong Ganjar Pranowo untuk melenggang ke kursi presiden Indonesia, dengan harapan keberhasilan tersebut bisa diduplikasi dan dikembangkan lagi sehingga bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. (Yoega Diliyanto / Rio Rizalino)