Profesor Rhenald Kasali angkat bicara terkait fenomena akademisi yang kerap muncul di ruang publik, namun tidak mengindahkan etika dalam berbicara.
Dari akun instagramnya, guru besar ilmu manajemen Fakultas Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia ini merasa heran mengapa ada sebagian masyarakat yang mempromosikan orang-orang tanpa etika bicara dan menyebut mereka profesor.
"Saya suka geli kenapa orang suka menyebarluaskan orang-orang yang bicaranya sembarangan sebagai profesor, juga ada yang mengatakan akademisi. Jangan begitulah," tegas Rhenald Kasali di akun instagramnya @rhenald.kasali, Senin (7/8) malam.
![Rhenald Kasali di Rumah Perubahan [tangkapan layar dari Youtube Prof. Rhenald Kasali]](https://media.suara.com/suara-partners/sukabumi/thumbs/1200x675/2023/08/08/1-rhenald-kasali-yt.png)
Kasali yang juga praktisi bisnis itu mengatakan orang-orang yang bergelar profesor palsu itu, hanya membaca satu buku atau ringkasan buku saat akan tampil di televisi.
Pria berusia 62 tahun ini pun menjelaskan jenjang akademik. Untuk mengajar tingkat S3, harus bergelar profesor; untuk mengajar tingkat S2, harus bergelar doktor atau punya gelar S3.
"Bagaimana mau dapat gelar profesor, Anda hanya sekolahnya S1?" sambung Kasali.
Di masa lampau, seorang sarjana boleh mengajar sarjana. Namun, zaman sekarang sudah berbeda. Ada tingkatan pengajar dan gelar akademik harus diraih secara resmi.
![Rocky Gerung saat beri klarifikasi usai diduga lakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo [tangkapan layar Youtube Kompas TV]](https://media.suara.com/suara-partners/sukabumi/thumbs/1200x675/2023/08/08/1-rocky-gerung-kompas-tv.png)
Dalam unggahan tersebut, Profesor Rhenald Kasali secara jelas mengkritik Rocky Gerung. Rocky hanya bergelar sarjana (S1) tapi kerap dipanggil profesor dan sering ditulis sebagai akademisi dalam berbagai pemberitaan di media massa.
Kasali juga mengungkapkan koleganya, yaitu Taufik Bahauddin bukanlah profesor dan Guru Besar Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia, karena gelar Bahauddin hanya S2.
Pendiri Rumah Perubahan itu pun meminta agar masyarakat tidak melebih-lebihkan seseorang yang kredibilitasnya dipertanyakan.
"Profesor adalah profesi yang terhormat dari seorang akademisi yang tekun dan melakukan penelitian dan tidak sembarangan dalam berujar," tutup Rhenald Kasali.
Unggahan Rhenald Kasali itu mendapatkan respons pro dan kontra dari warganet.
"Salut buat para profesor yang mengabdikan ilmunya untuk mencerdaskan bangsa, bukan demi terlihat pintar apalagi demi mendapatkan panggung untuk membesarkan ego sendiri," kata @minni_g******
"Kalo Pak Rheinald memang 'The Real Proffesor' bagi saya pribadi," tambah @gastromusic********
"Itulah kenapa kita menamainya 'disiplin ilmu', karena hanya yang disiplin menempuh pendidikan yang punya otoritas keilmuan." ujar @indradwip*******