Suara Sumatera - Sejumlah pentolan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memilih hengkang. Kondisi berturut-turut terjadi jelang Pilpres 2024.
Sebagian 'bintang' PSI itu bergabung dengan Anies Baswedan. Mereka pun terang-terangan setelah mundur dari PSI, ingin fokus membantu mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Terbaru, Ketua PSI DKI Jakarta, Michael Victor Sianipar, mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (5/12/2022).
Selain Michael, berikut Suara.com merangkum sederet pentolan PSI yang telah lebih dulu mundur.
Sunny Tanuwidjaja tercatat sebagai elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dia mundur dari jabatannya di partai politik tersebut. Mundurnya Sunny disebut karena ingin membantu Anies Baswedan.
Hal itu dibenarkan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie. Menurutnya, Sunny mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Dewan Pembina PSI.
"Ya, bro Sunny mundur dari Sekretaris Dewan Pembina PSI sejak sekitar setahun lalu," kata Grace saat dikonfirmasi Suara.com, Rabu (29/6/2022).
Posisi Sunny di partai tersebut pun telah diisi Raja Juli Antoni yang sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal PSI. "Penggantinya bro Raja Juli Antoni," ungkapnya.
Grace juga membenarkan, mundurnya Sunny dari PSI lantaran ingin mengambil jalan politik yang berbeda dengan partai tersebut, yakni mendukung atau membantu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Tsamara Amany mengundurkan diri dari PSI. Dia telah memberikan pernyataan terkait pengunduran dirinya dari partai yang telah menaunginya sejak lima tahun lalu.
Berita pengunduran diri Tsamara Amany dari PSI diungkapkan langsung olehnya melalui kanal YouTube Tsamara Amany, Senin (18/4/2022). Ia sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPP PSI.
“Selama lima tahun mengabdi di PSI sebagai Ketua DPP per hari ini 18 April 2022, saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pengurus dan kader PSI,” kata Tsamara.
Dia menyebut bahwa keputusan mundur dari PSI merupakan pertimbangan yang dibuatnya secara pribadi tanpa campur tangan orang lain.