Suara Sumatera - Bagi sebagian orang mungkin menganggap tidur siang sebagai tanda kemalasan. Namun, tahukah Anda bahwa tidur siang dapat memulihkan kondisi tubuh dan efek yang berbeda tergantung pada alasan melakukannya.
Menurut profesor psikologi dari Loughborough University di Inggris Kevin Morgan saat orang belum tentu merasa kurang tidur atau lelah, misalnya, tidur siang tetap dapat mendukung kesehatan.
Sementara itu, sebuah tidur siang kompensasi, yakni ketika seseorang kurang tidur dapat membantu mengkalibrasi ulang tingkat molekul yang disebut adenosin.
"Tingkat adenosin yang lebih rendah meningkatkan kewaspadaan, sementara tingkat yang lebih tinggi dapat meningkatkan rasa kantuk," katanya melansir Antara, Minggu (8/1/2023).
Direktur Washington State University's Sleep and Performance Research Center Hans Van Dongen mengatakan tidur siang bermanfaat, salah satunya membuat orang merasa jauh dari segar.
Ini dikenal sebagai inersia tidur yakni keadaan fisiologis gangguan kinerja kognitif yang dapat terjadi segera setelah tidur malam dan tidur siang.
"Gangguan sementara, disorientasi, dan berkurangnya kewaspadaan dapat terjadi setelah bangun dari periode tidur apa pun, dan membutuhkan waktu biasanya sekitar 15 menit untuk menghilang," ujar Van Dongen.
Menurutnya bukan masalah ketika orang punya waktu untuk membiarkan inersia tidur berlalu, tetapi ini bisa menjadi masalah bagi orang yang sedang menelepon atau perlu waspada secara optimal segera setelah bangun dan ini sering terjadi pada orang yang tidur siang.
Untuk individu dengan insomnia kronis, inersia tidur dapat memperburuk gejala dan sebaiknya pasien tidak tidur siang. Sementara bagi mereka yang tidak mengalami insomnia kronis, tidur siang kurang dari 30 menit cenderung menyebabkan inersia tidur.
Baca Juga: Duo Maling Diduga Todongkan Benda Mirip Senpi Saat Kepergok Gasak Motor Di Pondok Rangon
Psikolog Moira Junge mengaku saat seseorang tidur selama lebih dari 30 menit, mereka cenderung memasuki tahap tidur yang lebih dalam. Orang dengan inersia tidur, bangun selama tahap ini juga dapat membuat orang merasa pening, mengantuk, bingung dan bingung.
Jadi tidur selama 20 menit atau lebih, sebelum jam 15.00 sangat ideal. Namun 30 menit atau kurang bukanlah aturan yang sulit dan cepat. Dalam beberapa kasus, tidur siang lebih lama sekitar 1,5 jam juga bisa bermanfaat.
Jangka waktu ini memungkinkan tubuh untuk melewati tahapan tidur dan menghindari gangguan tidur nyenyak.
"Jenis tidur siang yang lebih lama ini mungkin sangat membantu pekerja darurat dan pekerja shift yang berusaha menghindari kelelahan dan harus menghadapi kesempatan yang berkurang untuk tidur yang cukup," katanya.