Sosok mantan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo atau FX Rudy sangat berkesan di mata Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.
Ini terlihat ketika acara HUT ke-50 PDIP di Jakarta, Rabu (10/1/2023) lalu. Secara khusus Megawati menyebut nama FX Rudy.
Bahkan saking berkesannya sosok FX Rudy, Megawati sampai menangis tatkala mengenang perjuangan FX Rudy bersama dirinya di PDIP.
"Ini si gerombolan DPC Solo, Rudy, ono pora (ada atau tidak)? Endi wong e (mana orangnya)? Ada? Itu Pak Rudy itu sampai hari ini itu urusannya itu, maunya berantem melulu. Dulu tapi memang beneran preman lho. Saya bilang ya nggak usah kamu merasa kecil hati. Orang itu cari kehidupan, sini masuk. Saya yang suka nangis," kata Megawati.
Rudy sendiri mengakui bahwa dirinya adalah preman. Namun kata dia preman di sini bukan orang yang suka memalak, mencopet atau mencuri.
"Beliau mengingat perjalanan hingga hari ini. Namun, yang pasti saya tidak pernah melakukan hal yang merugikan orang lain, kayak malak, nyopet, nyuri, itu tidak; hanya bolos kerja karena kampanye," katanya.
Menurut Rudy, dirinya dijuluki preman oleh Megawati karena perangainya yang suka berantem dengan lawan politik demi membela Megawati Soekarnoputri.
"Karena (saya) orang berani, sampai dianggap preman, suka berantem," tambahnya.
Rudy mengaku mendampingi Megawati di PDI sejak tahun 1986 hingga kini. Ini adalah bukti prinsip dan konsistennya terhadap partai.
Baca Juga: Kini Saingan Maria Vania, Angela Lorenza Awali Karier Sebagai Model Majalah Dewasa di Usia 19 Tahun
"Saya mendampingi beliau sejak tahun 1986 sampai titik darah penghabisan; tetap konsisten, punya prinsip, sikap, dan komitmen," kata Rudyatmo.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta itu juga mengaku sebagai kader partai yang taat dan patuh pada ketua umum.
"Ibaratnya, kepala untuk kepentingan partai dan masyarakat saya berikan. Ibaratnya, saya disuruh masuk ke sumur untuk kepentingan PDI Perjuangan, saya lakukan," katanya.
Mulai dari menjadi kader biasa hingga bisa menjabat sebagai wali kota, Rudyatmo mengaku tidak mengubah gaya hidupnya.
"Ketika dapat anugerah dari Tuhan bisa melayani masyarakat di pemerintahan, tidak melakukan jual beli jabatan, korupsi. Saya sampaikan ke beliau (Megawati), miskin harta berkah, miskin mental musibah. Mungkin beliau terkesan," jelasnya.
Dia juga mengaku sebagai kader sampai ke akar rumput.