Suara Sumatera - Publik dikejutkan dengan salah satu pemilik akun Twitter yang mengaku sebagai mantan karyawan Henry Kurnia Adhi alias Jhon LBF.
Pemilik akun @septiadp membuka borok bang Jhon tersebut. Ia menuding Jhon LBF suka memotong gaji dan melakukan pemecatan secara semena-mena.
Sontak saja pengakuan pemilik akun bertolak belakang dengan konten yang sering dibuat bang Jhon, mulai dari sering membantu dan memotivasi orang lain termasuk karyawannya agar sukses.
Awalnya, pemilik akun mengomentari cuitan akun Twitter yang menanyakan mengenai siapa yang mau memiliki sosok atasan seperti Jhon LBF. Tanpa tedeng aling-aling, mantan karyawan lalu menimpali cuitan itu. Ia menyebutkan kalau kebaikan Jhon LBF hanya demi konten semata.
"Gamauu ah soalnya suka potong gaji karyawan sesukanya, tapi sayangnya waktu potong gaji gapernah dikontenin dan pecatin karyawannya tapi haknya ga dikeluarin yang seharusnya, slip gaji pun gak pernah ada," tulisnya dilihat Senin (23/1/2023).
Pemilik akun lalu membeberkan hal lainnya mulai dari isi chat percakapan WhatsApp mengenai pemotongan gaji tanpa alasan dan tekanan kerja yang membuatnya tidak nyaman.
"Yess memang tertekan, pernah juga dia lagi live tiktok di tengah-tengah karyawannya yang lagi kerja, itu ganggu banget, apalagi dia kalo ngomong kenceng banget. Kita dituntut untuk kerja cepat & teliti tanpa ada komplenan dari klien, tapi dia juga yang menghambat karyawannya kerja," tulisnya.
Bahkan, pemilik akun mengaku jika dirinya sempat mendapatkan larangan saat berwirausaha sendiri, lengkap dengan isi chat-nya dengan Jhon LBF.
"Sekian terimakasih. Fyi bukti-bukti chat dari beberapa pihak ex karyawannya maka background chat atau pengambilan gambarnya berbeda-beda. Kebetulan pihak-pihak tersebut memang sudah tidak bekerja lagi di sana. Biasanya habis ini bakal ada omongan akan disomasi gaes," imbuhnya.
Baca Juga: Skuad Indonesia di Badminton Asia Mixed Team Championship 2023
Tak berhenti sampai disitu, pemilik akun lalu kembali mencuitkan yang menyinggung soal pemotongan gaji dan pemecatan semena-mena.
"Yuk bisa untuk :
1. Keluarin hak-hak mantan karyawan yang belum dikeluarkan
2. Kembalikan ijazah & buku nikah mantan karyawan
3. Hilangkan peraturan internal yang engga boleh berteman dengan mantan karyawan agar tidak ada lagi korban sampai di pecat massal," tukasnya.