Secara simulasi pasangan, Djayadi mengatakan Anies-Khofifah dan Anies-AHY perbedaan suaranya tidak jauh-jauh amat. Yang bisa membedakan keduanya menurut dia adalah soal kelemahan kualitatif.
"Dalam konteks dukungan kualitatif itu, orang pro Khofifah akan bilang Khofifah bisa unggul secara kualitatif," ujarnya.
Ini berkaca dari Pilgub Jawa Timur tahun 2018 di mana Khofifah berhadapan dengan PKB bersama PDIP, dua kekuatan utama di Jawa Timur secara partai.
"Ternyata pemilih perempuan di Jawa Timur, sekitar 54 persen memilih Khofifah. Yang laki-laki terbelah dua. Keunggulan Khofifah waktu itu ada di kaum perempuan. Ketua Muslimat NU. Hitung-hitungannya masih dinamis," ujar Djayadi.
Namun Zulfan Lindan mengingatkan, AHY memegang kunci koalisi karena dia yang bisa menentukan apakah Koalisi Perubahan bisa lolos presidential treshold untuk mengusung pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024.