Dampak Buruk Sering Onani, Ketergantungan Tangan hingga Tak Berhasrat Hubungan Intim

Suara Sumatera Suara.Com
Rabu, 01 Maret 2023 | 15:22 WIB
Dampak Buruk Sering Onani, Ketergantungan Tangan hingga Tak Berhasrat Hubungan Intim
Ilustrasi masturbasi. (Shutterstock)

Suara Sumatera - Masturbasi yang dikenal onani bagi bagi para pria merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh sejumlah orang, terutama yang belum atau tidak memiliki istri.

Aktivitas onani mengeluarkan air mani atau sperma tanpa adanya aktivitas seksual dengan lawan jenis. Mereka mengeluarkan sperma dengan menyentuh kelamin atau area sesitif lainnya untuk mendapatkan kepuasan diri sendiri.

Lantas, apakah onani aktivitas seks yang sehat? Pakar seksologi Indonesia, dr Boyke Dian Nugraha membeberkan masalah onani dalam video kanal YouTube Sahara TV.

Menurut Boyke, onani adalah perilaku sehat yang biasanya dilakukan oleh para lelaki yang belum menikah. Namun, onani tidak boleh dilakukan dengan berlebihan. 

"Onani sehat bagi yang belum kawin asal nggak berlebih-lebihan kayak minum obat. Misalnya sehari tiga kali. Karena kan sperma diproduksi tiga hari, (jadi) kantong sperma (perlu) dikeluarkan," katanya, dikutip dari Suara.com, Rabu (1/3/2023).

Lantas, apa dampaknya saat seseorang melakukan onani berlebihan? Menurut dia, hal ini bisa memengaruhi daya tahan tubuh yang menurun, sehingga orang tersebut akan mudah terkena penyakit, seperti Covid-19.

"Kalau kebanyakan nonton blue film yang begitu-begituan akhirnya kepengen terus begitu, kamu bisa sakit, daya tahan tubuhnya menurun dan gampang kena covid jadinya," pungkas dr Boyke. 

Sementara bagi yang sudah menikah, kata dr Boyke, tidak disarankan melakukan onani, dikarenakan jika terlalu sering, dikhawatirkan laki-laki tersebut tidak lagi bergairah dengan istrinya, dan justru malah ketergantungan dengan tangan. 

Lebih lanjut, ia mengatakan jika laki-laki dewasa memang dianjurkan untuk mengeluarkan sperma, baik lewat hubungan seks atau onani untuk kesehatan. Mengingat, saat sperma keluar, ada kelenjar-kelenjar prostat yang menghidupi sperma.

Baca Juga: Dear Pasutri, Begini Cara Seks Aman Agar Tidak Hamil

"Kalau tidak dikeluarkan dia akhirnya bengkak dan terjadilah apa yang disebut, yang sering dijadikan penyebab terhadap pembengkakan prostat, terutama pada pria usia 50 tahun ke atas," tambahnya.

Kondisi ini, lanjut dia dinamakan dehidroanrosteron yang bisa membuat prostat bengkak. Jadi, kata dia, selain karena usia, penyakit prostat bengkak biasanya disebabkan karena kurangnya melakukan hubungan seksual atau penyakit menular seksual. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI