Suara Sumatera - Perseteruan Jusuf Kalla dan Rizal Ramli memang cukup menarik perhatian publik. Hal ini diungkap politikus senior PDI Perjuangan Panda Nababan.
Dia menceritakan bagaimana asal mula, kedua tokoh nasional tersebut tidak pernah akur. Bahkan saat menjadi menteri Jokowi pada pemerintahan Kabinet Kerja I, Rizal Ramli tidak pernah akur dengan Jusuf Kall yang menjabat Wapres RI.
Bahkan parahnya, saat keduanya bertemu malah saling tidak tegur sapa, bersalaman pun tidak dilakukan keduanya.
"Suatu hari, Wapres Jusuf Kalla bicara kepada saya dengan nada mengeluh. Ia merasa tidak dihargai oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli. Bahkan ia menganggap dirinya tak ada dalam rapat-rapat kabinet, Rizal Ramli hanya menyapa dan menyalami Jokowi dan menteri lain, lalu dengan sengaja tidak menyapa dan tidak menyalami Jusuf Kalla," kata Panda dalam buku autobiografinya "Lahir sebagai Petarung"- hal 914.
Panda bercerita, kalau cara Rizal itu sudah kelewatan, JK curiga apakah Jokowi memang sengaja memasukan Rizal Ramli ke kabinet demi menyingkirkan dirinya.
"Terlalu kasar cara Rizal Ramli untuk menyingkirkan saya. Saya sempat terpikir, jangan-jangan ini memang skenario Jokowi untuk membuat saya tidak nyaman dengan menggunakan Rizal Ramli," kata Jusuf Kalla kepada saya', kaget juga saya," lanjut Panda.
Panda yang memang dasarnya adalah seorang jurnalis senior mengonfirmasi langsung kepada Rizal Ramli perihal masalah ini.
'Kata Rizal: 'aku sengaja Pan, aku tak suka JK, karena dia punya banyak kepentingan bisnis daripada kepentingan negara," kata Rizal Ramli kepada saya.
Panda rupannya mencium perseteruan ini tidak akan sehat jika menyerembet ke profesionalitas kerja kabinet Jokowi, apalagi itu baru periode pertama.
Baca Juga: KIB Tak Kunjung Bahas Capres, Golkar Rela Kalau Bukan Airlangga?
Panda berusaha menjadi mediator antar ketiganya, yakni antara Jokowi, JK dan Rizal Ramli. Panda juga turut menghubungi Luhut Binsar Pandjaitan, yang pada saat itu menjabat sebagai Menkopolhukam.
"Saya meminta Luhut supaya ikut bertanggungjawab karena Luhutlah yang menurut Jokowi ikut merekomendasikan Rizal Ramli masuk ke kabinet," tegasnya.
"Aku bilang, 'kau ikut tanggung jawablah, kan kau yang mengajak Rizal. Ini sudah tidak sehat, " kata Panda.
"Sebenarnya, Luhut jengkel juga ke Jusuf Kalla, apalagi Luhut tahu betul bagaimana Jusuf Kalla pada Oktober 2014 berusaha menghambat dirinya agar tidak masuk kabinet. Namun, Luhut tidak pernah menunjukkan rasa tidak hormat terhadap Kalla. Apalagi, Luhut pintar menjaga perasaan Jokowi," kata Panda.
"Itu lah bedanya aku dengan Rizal," kata Luhut dituturkan ke Panda.