Suara Sumatera - Kabar yang menarasikan seluruh aset Arteria Dahlan disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), beredar di media sosial. Politisi itu disebut terbukti bersalah dalam kasus transaksi 349 Triliun.
Arteria Dahlan juga dinarasikan saat ini dalam kondisi memprihatinkan karena masalah tersebut. Informasi tersebut disebarkan oleh akun Youtube KANAL BERITA pada Sabtu (29/4/2023).
"KONDISI ARTERIA MEMPRIHATINKAN SETELAH SEMUA ASETNYA DI SITA KPK" begitu narasi yang beredar.
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut
"KONDISI ARTERIA MENG3NASKAN KONDISI ARTERIA MEMBURUK SETELAH TERBUKTI BERSALAH DALAM KASUS 349T" begitu narasinya.
Benarkah kabar tersebut?
Berdasarkan penelusuran Mamagini.suara.com, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait kondisi Arteria Dahlan yang diklaim memprihatinkan.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Arteria Dahlan terbukti bersalah dalam kasus 349 T.
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan aset milik Arteria Dahlan disita KPK.
Baca Juga: CEK FAKTA: Anas Urbaningrum Bebas, SBY Ditangkap KPK Terkait Korupsi Hambalang
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi kondisi Arteria Dahlan memprihatinkan setelah terbukti bersalah dalam kasus 349 T dan seluruh asetnya disita KPK merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].