Suara Sumatera - Sebuah video di TikTok menarasikan lautan manusia pendukung Anies Baswedan dalam sebuah acara di Kalimantan.
Video berdurasi 1 menit 41 menit tersebut memperlihatkan kerumunan orang yang sedang menyanyikan Indonesia Pusaka.
Informasi itu dibagikan akun Tiktok bernama rizal.arif77 dengan narasi sebagai berikut:
“luar biasa pendukung pak anis di kalimantan. semoga sukses buat pak anis.#anis#relawananisfor2024”.
Lantas benarkah klaim video menampilkan lautan manusia pendukung Anies di Kalimantan?
PENJELASAN
Setelah ditelusuri, tidak ada informasi valid tentang video yang memperlihatkan kerumunan pendukung Anies Baswedan di Kalimantan.
Faktanya, video itu identik dengan video yang diposting akun Facebook Yamaha Rx-King Indonesia (YRKI) dan postingan pada kanal Youtube Hai Sobat Otomotif pada menit ke 2:50 dalam video berjudul JAMADA 3 YRKI JOGJA RX KING 2022.
Keduanya memposting pada tanggal yang sama yaitu 10 Oktober 2022. Video tersebut memiliki kesamaan pada bentuk panggung, mobil damkar yang di samping panggung serta beberapa motor di sampingnya.
Lebih lanjut, John Sitorus melalui akun Twitternya menjelaskan bahwa video tersebut merupakan acara Jambore Daerah 3 YRKI Yogyakarta. Hal tersebut berdasarkan artikel suara.com berjudul “Pendukung Akui Video Lautan Manusia Sebagai Perpisahan Anies, John Sitorus: Itu Jambore di Jogja, Tangkal Hoaks!” pada 18 Oktober 2018.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5.2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Video tersebut pada bulan Oktober 2018 juga sudah menjadi bahan hoaks dengan klaim merupakan video perpisahan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hal tersebut berdasarkan artikel pada turnbackhoax.id.
KESIMPULAN
Berdasarkan keterangan di atas, video yang diklaim pendukung Anies di Kalimantan merupakan kabar hoaks.
Nyatanya, video tersebut merupakan video Jambore Daerah 3 YRKI JOGJA RX KING 2022 dan video tersebut juga menjadi bahan hoaks pada bulan Oktober 2018.
Dengan demikian, video yang dibagikan akun TikTok bernama rizal.arif77 itu masuk dalam kategori kategori konten menyesatkan.