Suara Sumatera - Chelsea kena sanksi denda 8,5 juta poundsterling atau sekitar Rp 164 milliar. Hal ini terkait laporan keuangan yang bermasalah pada periode transaksi tahun 2012 hingga 2019.
Federasi Sepak Bola Eropa atau UEFA mendapati laporan keuangan Chelsea yang belum lengkap pada era kepemilikan presiden sebelumnya Roman Abrahamovich.
"Menyusul penjualan klub pada Mei 2022, pemilik baru mengidentifikasi dan secara proaktif melaporkan ke UEFA contoh pelaporan keuangan yang berpotensi tidak lengkap di bawah kepemilikan klub sebelumnya," tulis UEFA melansir Antara, Minggu (30/7/2023).
Pemilik baru Chelsea Todd Boehly mengidentifikasi temuan itu dan melaporkannya ke UEFA, sehubungan dengan laporan keuangan yang berpotensi tidak lengkap dari pemilik klub sebelumnya.
Pada bulan Mei 2022, Roman Abrahamovich menjual The Blues kepada pengusaha Amerika Serikat Todd Boehly, usai mempunyai kepemilikan dari klub yang bermarkas di Stadion Stamford Bridge itu selama 19 tahun.
"Menyusul penilaiannya, termasuk undang-undang pembatasan yang berlaku, CFCB First Chamber mengadakan perjanjian penyelesaian dengan klub yang telah setuju untuk membayar kontribusi finansial sebesar 10 juta euro untuk sepenuhnya menyelesaikan masalah yang dilaporkan," ungkapnya.
Dengan UEFA memiliki undang-undang pembatasan tiga tahun atas pelanggaran Financial Fair Play (FFP), maka Chelsea hanya akan menghadapi hukuman FFP atas pelanggaran aturan di musim 2018-2019.
Meski terbebas dari hukuman karena aturan undang-undang, Chelsea masih belum aman karena pihak Federasi Sepak Bola Inggris (FA) berkemungkinan akan melakukan penyidikan atas kasus itu.
Baca Juga: Temuan Psikolog Polda Sumut Terhadap Begal: Muncul Rasa Bangga dan Ingin Diakui Eksistensi