"Saat Liga 2 dihentikan karena force majeure oleh PSSI dan PT LIB, kita bertemu dengan pemain dan lewat zoom, sudah disepakati soal penyelesaian gaji," ucapnya.
Kesepakatan antara manajemen dan pemain terjadi saat pembubaran tim PSMS di Liga 2 musim lalu. Pihaknya sudah menyampaikan di hadapan pemain hingga suporter yang hadir soal yang menjadi tawaran PSMS. Menurut Andry, saat itu dua pemain tersebut tidak berkomentar.
"Semua pemain sepakat untuk tidak meminta PSMS membayarkan full gajinya. Sampai bulan itu lalu diberikan kompensasi dan tiket pulang bagi yang sudah datang," ungkapnya.
"Yang dua ini nggak mau, mereka maunya sampai selesai. Tapi saat rapat mereka tidak mengajukan itu, tapi setelahnya. Intinya mereka tidak sampaikan keberatan dalam rapat, jadi saat sudah disepakati, ternyata mereka berbeda maunya," sambungnya.