![Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]](https://media.suara.com/suara-partners/sumedang/thumbs/1200x675/2022/09/05/1-menteri-perhubungan-menhub-budi-karya-sumadi.jpg)
Di samping itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, sejumlah upaya untuk menangani dampak kenaikan harga BBM terhadap sektor transportasi di antaranya melalui penyesuaian tarif.
"Besaran tarif akan ditentukan oleh kajian yang tengah kami lakukan, dan hasilnya akan kami sampaikan dalam waktu dekat," kata Menhub Budi Karya, dikutip dari ANTARA.
Budi menjelaskan, Kemenhub telah melakukan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga, termasuk dengan pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan, serta mendengarkan saran dan masukan dari berbagai pihak.
Menurutnya, komponen bahan bakar menjadi faktor yang cukup besar pada operasional layanan transportasi yakni berkisar antara 11-40 persen, sehingga berbagai penyesuaian tarif pun harus dilakukan.
Kendati demikian, Kemenhub juga menyadari penyesuaian harga BBM tentu berdampak pada angka inflasi.
Beberapa langkah yang dilakukan yakni penyesuaian tarif angkutan umum kelas ekonomi, khususnya pada moda transportasi darat.
Dikatakan Budi Karya, kajian yang akan dilakukan yakni mengenai tarif penumpang ekonomi angkutan antarkota-antarprovinsi (AKAP).
Kemudian, langkah selanjutnya yang akan dilakukan yaitu segera menetapkan penyesuaian tarif ojek online.
Baca Juga: Cak Imin Jadi Penentu Nasib Duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024?