Harga BBM Naik, Tarif Bus di Terminal Cicaheum-Bandung Jadi Segini

Suara Sumedang

Selasa, 06 September 2022 | 19:23 WIB
Harga BBM Naik, Tarif Bus di Terminal Cicaheum-Bandung Jadi Segini
ILUSTRASI bus. harga BBM naik, tarif bus di Terminal Cicaheum, Kota Bandung Rp40.000. - (SuaraJogja.id/Wahyu Turi)

SuaraSumedang.id - Pemerintah secara resmi telah mengumumkan kenaikan harga BBM pada Sabtu (3/9), dengan rincian jenis Pertalite Rp10.000 per liter.

Kemudian BBM subsidi lainnya jenis Solar Rp6.800 per liter, dan Pertamax Rp14.500 per liter.

Merepons kenaikan harga BBM tersebut, tarif bus antarkota-antarprovinsi (AKAP) beroperasi di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jawa Barat naik berkisar Rp30-Rp40 ribu.

Kepala Terminal Cicaheum, Roni Hermanto mengatakan, tarif untuk bus antarakota dalam provinsi (AKDP) naik berkisar Rp10-15 ribu.

"Itu untuk AKAP ya, bus malam. Kalau AKDP naiknya dikisaran Rp10-Rp15 ribu, tapi ada juga PO bus yang tak menaikkan tarif," kata Roni di Bandung, Selasa (6/9/2022).

Roni mengatakan, dari sebanyak 35 PO bus yang beroperasi di Terminal Cicaheum hampir semuanya menaikkan tarif penumpang.

Kenaikan tarif tersebut, kata dia, guna menanggulangi biaya operasional setelah harga BBM naik.

Kemudian, Roni memastikan pihaknya berupaya menjaga kestabilan harga, dikarenakan jangan sampai kenaikan tarif itu memberatkan calon pemumpang.

Terlebih, dengan kenaikan tarif bus berdampak hingga merugikan pengelola bus itu sendiri.

baca juga

"Pengusaha juga kalau tidak menaikkan nanti tidak bisa menutup (biaya) operasional, kan solarnya naik," ucapnya.

Kendati PO bus sudah menaikkan tarif, dikatakan Roni, pihaknya masih menunggu keputusan adari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) soal tarif bus yang resmi.

"Keputusan dari Gubernur untuk AKDP, untuk AKAP itu masih menunggu dari Kemenhub," katanya.

Jumlah penumpang bus di Terminal Cicaheum pun mengalami penurunan sejak kenaikan harga BBM.

Dibandingkan Minggu (4/9) ada penurunan penumpang sebanyak 20 persen.

"Mungkin masyarakat kalau tidak perlu-perlu banget berangkat ya tidak pergi, kan sekarang juga sudah zaman teknologi juga, jadi mungkin memaksimalkan online," ucap Roni. 

Sumber

SuaraSumedang.id - Pemerintah secara resmi telah mengumumkan kenaikan harga BBM pada Sabtu (3/9), dengan rincian jenis Pertalite Rp10.000 per liter.

Kemudian BBM subsidi lainnya jenis Solar Rp6.800 per liter, dan Pertamax Rp14.500 per liter.

Merepons kenaikan harga BBM tersebut, tarif bus antarkota-antarprovinsi (AKAP) beroperasi di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jawa Barat naik berkisar Rp30-Rp40 ribu.

Kepala Terminal Cicaheum, Roni Hermanto mengatakan, tarif untuk bus antarakota dalam provinsi (AKDP) naik berkisar Rp10-15 ribu.

"Itu untuk AKAP ya, bus malam. Kalau AKDP naiknya dikisaran Rp10-Rp15 ribu, tapi ada juga PO bus yang tak menaikkan tarif," kata Roni di Bandung, Selasa (6/9/2022).

Roni mengatakan, dari sebanyak 35 PO bus yang beroperasi di Terminal Cicaheum hampir semuanya menaikkan tarif penumpang.

Kenaikan tarif tersebut, kata dia, guna menanggulangi biaya operasional setelah harga BBM naik.

Kemudian, Roni memastikan pihaknya berupaya menjaga kestabilan harga, dikarenakan jangan sampai kenaikan tarif itu memberatkan calon pemumpang.

Terlebih, dengan kenaikan tarif bus berdampak hingga merugikan pengelola bus itu sendiri.

"Pengusaha juga kalau tidak menaikkan nanti tidak bisa menutup (biaya) operasional, kan solarnya naik," ucapnya.

Kendati PO bus sudah menaikkan tarif, dikatakan Roni, pihaknya masih menunggu keputusan adari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) soal tarif bus yang resmi.

"Keputusan dari Gubernur untuk AKDP, untuk AKAP itu masih menunggu dari Kemenhub," katanya.

Jumlah penumpang bus di Terminal Cicaheum pun mengalami penurunan sejak kenaikan harga BBM.

Dibandingkan Minggu (4/9) ada penurunan penumpang sebanyak 20 persen.

"Mungkin masyarakat kalau tidak perlu-perlu banget berangkat ya tidak pergi, kan sekarang juga sudah zaman teknologi juga, jadi mungkin memaksimalkan online," ucap Roni.

Sumber:ANTARA

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tarif Bus AKAP di Cicaheum Naik Efek Harga BBM Mahal, Jumlah Penumpang Langsung Anjlok

Tarif Bus AKAP di Cicaheum Naik Efek Harga BBM Mahal, Jumlah Penumpang Langsung Anjlok

Bisnis | Selasa, 06 September 2022 | 19:19 WIB

Kapan BLT BBM Dibayarkan? Warga Bandung Diharap Bersabar

Kapan BLT BBM Dibayarkan? Warga Bandung Diharap Bersabar

Tantrum | Selasa, 06 September 2022 | 18:59 WIB

Luis Milla Tunjuk Irianto Menjadi Kapten

Luis Milla Tunjuk Irianto Menjadi Kapten

Soreang | Selasa, 06 September 2022 | 18:55 WIB

Terkini

XL Buktikan Diri Jadi Jaringan Terbaik 2026, Saatnya Kamu Coba Sendiri!

XL Buktikan Diri Jadi Jaringan Terbaik 2026, Saatnya Kamu Coba Sendiri!

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Cuma Andalkan Pensiun Rp 900 Ribu, Lansia di Yogyakarta Ini Malah Masuk Desil 10

Cuma Andalkan Pensiun Rp 900 Ribu, Lansia di Yogyakarta Ini Malah Masuk Desil 10

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Mengapa Minyak dan Air Tidak Bisa Menyatu secara Alami?

Mengapa Minyak dan Air Tidak Bisa Menyatu secara Alami?

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Kemarau Panjang Bikin Air Bersih Langka, 640.000 Liter Disalurkan ke 40 Titik

Kemarau Panjang Bikin Air Bersih Langka, 640.000 Liter Disalurkan ke 40 Titik

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:13 WIB

Google Ubah Kebijakan Spam SEO untuk Menghindari Denda Antitrust Digital di Eropa

Google Ubah Kebijakan Spam SEO untuk Menghindari Denda Antitrust Digital di Eropa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:10 WIB

5 Moisturizer Gel yang Mudah Meresap, Ringan dan Tidak Lengket di Kulit

5 Moisturizer Gel yang Mudah Meresap, Ringan dan Tidak Lengket di Kulit

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:10 WIB

Perampok Bunuh Sopir Taksi Online di Deli Serdang Ditangkap, Motif Terdesak Beli Sabu

Perampok Bunuh Sopir Taksi Online di Deli Serdang Ditangkap, Motif Terdesak Beli Sabu

Sumut | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:09 WIB

Krisis Manufaktur Global Lima Pabrik Volkswagen di Jerman Terancam Berhenti Beroperasi

Krisis Manufaktur Global Lima Pabrik Volkswagen di Jerman Terancam Berhenti Beroperasi

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:05 WIB

PSSI Beri Lampu Hijau! Persija Resmi Boleh Hadapi Persib di SUGBK 12 September

PSSI Beri Lampu Hijau! Persija Resmi Boleh Hadapi Persib di SUGBK 12 September

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Gubernur Bobby Nasution Siap Jadi Ayah Asuh Guna Percepatan Legalitas Aset Wakaf

Gubernur Bobby Nasution Siap Jadi Ayah Asuh Guna Percepatan Legalitas Aset Wakaf

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:03 WIB

×