SuaraSumedang.id - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, program bantuan sosial (bansos) untuk pengalihan subsidi kenaikan harga BBM bukan hanya disiapkan Pemerintah Pusat saja.
Namun, Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten/kota juga harus mengalokasikan anggaran untuk bansos BLT BBM tersebut.
Hal ini, merupakan bentuk kompensasi atas kenaikan harga BBM, sehingga Pemerontah Pusat kini telah menyiapkan sejumlaj program bantuan untuk masyarakat.
Menanggapi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Sumedang turut mengalokasikan anggaran BLT atau bansos sebagai bentuk pengalihan subsidi BBM.
"Jadi selain BLT BBM dari Kementerian Sosial, Pemda Kabupaten Sumedang juga pasti akan menyiapkan anggaran khusus untuk BLT bagi masyarakat terdampak," kata Dony.
![Informasi penyaluran BLT BBM dan bansos sembako di Kabupaten Sumedang. [Sumedangkab.go.id]](https://media.suara.com/suara-partners/sumedang/thumbs/1200x675/2022/09/09/1-informasi-penyaluran-blt-bbm-dan-bansos-sembako-di-kabupaten-sumedang.jpg)
Bupati Dony menyebutkan, besaran anggaran yang akan dialokasikan untuk program BLT BBM, nilainya 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Bagi Hasil (DBH).
"Nilai anggarannya, masih kami hitung. Namun yang pasti, anggaran BLT yang harus kami siapkan untuk pengalihan subsidi BBM, nilainya sebesar 2 persen daei anggaran DAU dan DBH," ucap Dony.
Untuk lebih mempercepat proses penyaluran BLT BBM di Kabupaten Sumedang, Dony menjelaskan, kini mulai melakukan penghitungan total kebutuhan anggaran, termasuk mendata jumlah sasaran calon penerima BLT tersebut.
"Jadi tidak hanya itu, Pemda Sumedang pun sedang menyiapkan kebijakan strategis dalam upaya menekan inflasi, dan dampak dari kenaikan harga BBM," kata dia.
Sumber:Sumedangkab.go.id