Soroti Tragedi Kanjuruhan, Cak Nun Sebut Polri Itu Punya Kemungkinan Salah

Suara Sumedang

Selasa, 04 Oktober 2022 | 10:17 WIB
Soroti Tragedi Kanjuruhan, Cak Nun Sebut Polri Itu Punya Kemungkinan Salah
Cak Nun soroti tragedi Kanjuruhan, di Kabupaten Malang. (YouTube CakNun.com)

SuaraSumedang.id - Pasca tragedi Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang menyebabkan 448 korban, 125 di antaranya meninggal dunia, menuai sorotan dari Budayawan MH Ainun Najib alias Cak Nun.

Cak Nun menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan setelah pertandingan BRI Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

Dalam peristiwa tersebut, tak sedikit suporter Arema FC--Aremania termasuk perempuan dan anak-anak menjadi korban meninggal dunia.

"Kalau dari hati saya ya, saya sedih, malu, dan marah. Satu orang mati itu sama dengan semua orang meninggal dunia," ucap Cak Nun, dikutip dari kanal YouTube CakNun.com.

Cak Nun pun turut menyampaikan duka mendalam terhadap keluarga para korban.

"Kami punya kedekatan dengan Aremaiyah-Aremania, Bonek, Pasoepati. Saya malu, saya khawatir ada kesalahan akhlak dari Aremania. Saya marah, itu berarti ini ada yang nggak benar. Bukan soal sepak bola tapi tatanan hidup bersama," kata dia.

Cak Nun bicara mengenai tragedi Kanjuruhan, tetapi satu di antara yang menarik adalah independensi penanganan kasus, dan sorotan terhadap kepolisian.

Seperti, Cak Nun menita Menko Polhukam Mahfud MD agar meyakinkan publik kalau tim Gabungan Pencari Fakta yang dibentuk pemerintah benar-benar obyektif, dan independen.

"Kalau bisa Pak Mahfud meyakinkan itu tim independen, objektif bukan tim Polri. Sebab kalau tim Polri masih rawan tuduhan. Lho.. mosok Polri itu punya kemungkinan salah, masak dia yang memimpin penyelidikan. Itu kan tidak baik untuk preseden hukum nasional," bebernya.

baca juga

Menyinggung soal kematian para korban, Cak Nun meminta agar melibatkan kedokteran untuk ikut menyelidiki kasus ini.

Sebab kematian ratusan suporter itu bukan karena tawuran antara suporter Aremania dan Bonek.

"Itu meninggalnya harus diselidiki oleh kedokteran. Ini matinya sekian karena ini, sekian karena ini. Ada yang matinya karena terinjak-injak berarti efek dari chaos, ada yang matinya karena gas," kata dia.

Cak Nun pun meminta agar pembenahan, terutama mengenai penggunaan gas air mata. Gaas itu untuk apa?

Cak Nun berpendapat, gas itu mestinya untuk perang, untuk terorisme, bukan untuk suporter sepak bola.

Prosedur penggunaan gas air mata, dikatakan Cak Nun, kepolisian harus membenahi lagi prosedurnya.

Mungkin saja, menembakan gas air mata di dalam stadion itu pasti salah. "Gas air mata digunakan di mana, itu kan pasti ada aturan mainnya itu."

"Jangan sampai suporter sepak bola disamakan dengan teroris. Dan jangan sampai menyelamatkan orang lain dengan cara membunuh salah satu," bebernya.

Sumber:SuaraMalang.id

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tragedi Kanjuruhan: Ribuan Bonek Gelar Aksi Doa Bersama di Tugu Pahlawan untuk Aremania

Tragedi Kanjuruhan: Ribuan Bonek Gelar Aksi Doa Bersama di Tugu Pahlawan untuk Aremania

Your Say | Selasa, 04 Oktober 2022 | 10:13 WIB

Punya Memori Indah di Malang, Bima Sakti Terpukul dengan Tragedi Kanjuruhan

Punya Memori Indah di Malang, Bima Sakti Terpukul dengan Tragedi Kanjuruhan

Bola | Selasa, 04 Oktober 2022 | 10:10 WIB

Kini Polisi Terapkan Filosofi Tailor Men Pasca Tragedi Kanjuruhan Malang

Kini Polisi Terapkan Filosofi Tailor Men Pasca Tragedi Kanjuruhan Malang

Denpasar | Selasa, 04 Oktober 2022 | 10:07 WIB

Terkini

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Perebutkan Gelar Juara di Kudus

MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Perebutkan Gelar Juara di Kudus

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 22:05 WIB

Cara Elegan Lamine Yamal Bungkam Mulut Pengkritik, Masih Berani Nyinyir?

Cara Elegan Lamine Yamal Bungkam Mulut Pengkritik, Masih Berani Nyinyir?

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 22:05 WIB

NGORBIT: Dari Skripsi ke Dunia Gaib, Perjalanan Raka di Film 'Dukun Magang'

NGORBIT: Dari Skripsi ke Dunia Gaib, Perjalanan Raka di Film 'Dukun Magang'

Video | Senin, 22 Juni 2026 | 22:05 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Peran Baru Lee Jong Suk, Debut sebagai Duta Merek di Asia

Peran Baru Lee Jong Suk, Debut sebagai Duta Merek di Asia

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 21:25 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Podcast Tiga Dara: Jakarta untuk Perempuan, Sudah Jadi Ruang Aman atau Belum?

Podcast Tiga Dara: Jakarta untuk Perempuan, Sudah Jadi Ruang Aman atau Belum?

Video | Senin, 22 Juni 2026 | 21:15 WIB

Mengenal Sandiana Soemarko, Filantropis Indonesia di Balik Berbagai Aksi Kemanusiaan

Mengenal Sandiana Soemarko, Filantropis Indonesia di Balik Berbagai Aksi Kemanusiaan

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 21:12 WIB

Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dipertanyakan, Kuasa Hukum Singgung Putusan Pengadilan

Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dipertanyakan, Kuasa Hukum Singgung Putusan Pengadilan

Jogja | Senin, 22 Juni 2026 | 21:11 WIB