Anne Ratna Mustika Anggap Suami Tak Terbuka Soal Keuangan, Dedi Mulyadi: Kebahagiaan Harus Dibagi, Bukan Dimiliki Sendiri

Suara Sumedang

Kamis, 17 November 2022 | 16:18 WIB
Anne Ratna Mustika Anggap Suami Tak Terbuka Soal Keuangan, Dedi Mulyadi: Kebahagiaan Harus Dibagi, Bukan Dimiliki Sendiri
Potret Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dan suaminya Dedi Mulyadi yang sekarang ini tengah menjalani proses perceraian di Pengadilan Agama Purwakarta. (Kolase Suara Denpasar)

SuaraSumedang.id - Perkara gugatan cerai yang dilayangkan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika terhadap suaminya, Dedi Mulyadi tak menemui jalan terang.

Sebelumnya, Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi dipertemukan di Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta, pada Rabu (16/11/2022) dengan agenda mediasi dan pokok perkara gugatan.

Bahkan, setelah proses persidangan Anne Ratna Mustika mengatakan, bahwa mediasi tidak menemui kesepakatan.

Namun, sesuai dengan hasil proses mediasi ada satu poin yang disepakati tidak masuk ke dalam materi gugatan.

"Mediasi tidak ada kesepakatan, kita langsung agenda pembacaan materi gugatan. Tentang hak asuh anak, tidak ada lagi tuntutan hak asuh anak. Jadi anak boleh dalam asuhan oleh keduanya baik saya ataupun oleh ayahnya (Dedi Mulyadi)," kata Anne, di Pengadilan Agama Purwakarta, Rabu (16/11/2022).

Kemudian Anne Ratna Mustika menjabarkan alasan terkait dirinya melayangkan gugatan cerai terhadap sang suami, Dedi Mulyadi.

Sidang kelima gugatan cerai Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika terhadap suaminya Dedi Mulyadi di Pengadilan Agama Purwakarta berlangsung ke materi gugatan. [Dok.JabarNews]
Sidang kelima gugatan cerai Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika terhadap suaminya Dedi Mulyadi di Pengadilan Agama Purwakarta berlangsung ke materi gugatan. (sumber: Dok.JabarNews)

Bupati Purwakarta itu mengurai isi gugatannya mengani rumah tangga yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir mengalami masalah.

"Perselisihan dan cekcok yang ditimbulkan dari perbedaan prinsip berkaitan dengan rumah tangga kami. Dari sana lah awalnya perbedaan ada, kemudian terjadi perselisihan dan percekcokan yang terus menerus. Sehingga jalan akhirnya adalah gugatan cerai," kata Anne.

Selanjutnya, Anne Ratna Mustika menganggap Dedi Mulyadi tidak melaksanakan kewajibannya sebagai suami yang memberikan nafkah lahir dan batin.

baca juga

"Serta ada kekerasan verbal atau KDRT psikis. Dari situ awalnya perbedaan ada, dari situlah terjadi cekcok dan perselisihan terus menerus di dalam rumah tangga kami," kata dia.

Selain itu, Anne Ratna Mustika mengaku, perselisihan yang timbul dalam rumah tangga yakni tidak ada keterbukaan dalam manajemen keuangan rumah tangga.

Di samping itu, Dedi Mulyadi menjawab sejumlah tuduhan yang dilontarkan sang istri terhadap mengenai KDRT hingga tidak terbuka soal keuangan rumah tangga.

Dedi Mulyadi mengatakan, bahwa dalam undang-undang disebutkan ciri-ciri wanita atau istri yang mengalami KDRT tersebut.

Tanda-tanda itu seperti murung secara terus menerus, kehilangan kepercayaan diri, dan tidak bisa mengambil keputusan.

"Pertanyaannya adalah apakah ada tanda-tanda itu pada Embu Anne? murung terus, tidak bisa mengambil keputusan, kehilangan rasa percaya diri. Menurut saya terbalik, Embu sebagai bupati saat ini justru sangat pede (percaya diri)," kata Dedi Mulyadi.

Dari segi ekonomi keluarga, menurut Dedi Mulyadi semua sudah tercukupi, terlebih Anne Ratna Mustika sebagai bupati banyak fasilitas dari negara mulai dari makan, minum, mobil, pakaian hingga ajudan.

Bahkan ketiga anaknya hidup berkecukupan. "Anak paling besar sudah hampir selesai di Unpad, yang kedua masuk Unpar fakultas hukum biayanya dari mulai masuk sampai biaya kos sayang yang jamin, yang bungsu lagi lucu-lucunya diasuh oleh Teh Elis, biaya pengasuhannya gaji tiap bulan saya yang menjamin, karena tanggung jawab saya sebagai kepala keluarga," kata Dedi Mulyadi.

Di samping itu, ada hal menarik yang Dedi Mulyadi lakukan setiap sebelum pergi ke Kantor Pengadilan Agama Purwakarta.

Dedi Mulyadi selalu menyempatkan berbagi kepada masyarakat yang ditemuinya, seperti halnya berbagai kepada sopir angkot.

Sekarang ini, Dedi Mulyadi berbagi kepada driver ojek online yang bersedia mengantarnya ke Pengadilan Agama Purwakarta.

Bahkan, dalam postingan di Instagram pribadi @dedimulyadi71 terlihat merangkul dan memeluk driver ojek online tersebut.

Tak lupa Dedi Mulyadi membubuhkan sebuah keterangan dalam postingan tersebut tentang makna dari berbagi.

"Kini oli tertangani setelah dua bulan tak terbeli. Kebahagiaan harus dibagi, bukan dimiliki sendiri. #KePengadilanAgamaBersamaGojek. Tetap tegar. #TetapBekerjaUntukRakyat," tulis Dedi Mulyadi.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

1000 Orang Dipanggil Kejari Purwakarta, Ada Apa?

1000 Orang Dipanggil Kejari Purwakarta, Ada Apa?

Purwasuka | Kamis, 17 November 2022 | 15:17 WIB

Belum Ada BNNK di Purwakarta, Sekda Jelaskan Ini

Belum Ada BNNK di Purwakarta, Sekda Jelaskan Ini

Purwasuka | Kamis, 17 November 2022 | 15:05 WIB

Diguyur Hujan Sejak Pagi, Warga di Waduk Jatiluhur Purwakarta Diingatkan Soal Ini

Diguyur Hujan Sejak Pagi, Warga di Waduk Jatiluhur Purwakarta Diingatkan Soal Ini

Purwasuka | Kamis, 17 November 2022 | 14:54 WIB

Terkini

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:36 WIB

×