Kondisi Muka Air Tanah di Wilayah Bandung Raya Makin Menurun dan Kritis, Apa Akibatnya?

Suara Sumedang

Rabu, 01 Februari 2023 | 14:46 WIB
Kondisi Muka Air Tanah di Wilayah Bandung Raya Makin Menurun dan Kritis, Apa Akibatnya?
Banjir melanda kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung. PATGTL Badan Geologi, Bandung menyebut kondisi muka air tanah makin menurun dan kritis. ((Antara/Fahrul Jayadiputra).)

SuaraSumedang.id - Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) Badan Geologi menyatakan, kondisi muka air tanah di wilayah Bandung Raya semakin menurun, dan ketersediaannya tergolong kritis.

Kepala PATGTL Badan Geologi Bandung, Rita Susilawati mengatakan, berdasarkan sumur pantau air, muka air tanah di Bandung turun menjadi sedalam 60-100 meter.

Adapun kedalaman air tanah yang tergolong aman, yakni sedalam 20-40 meter. Akibatnya ngebor sumur harus semakin dalam.

"Rata-rata air tanahnya turun itu menjadi (sedalam) 60-100 meter, jadi itu CAT (cekungan air tanah) Bandung Raya berkisar antara 60-100 meter, jadi ngebor sumur harus makin dalam," kata Rita, pada Rabu (1/2/2023).

Namun, ia mengatakan pihaknya masih mengkaji terkait penurunan permukaan tanah di wilayah Bandung Raya tersebut.

Karena, kata Rita, penurunan muka air tanah merupakan indikasi adanya penurunan permukaan tanah di wilayah tersebut.

"Biasanya kalau air turun, ya tanahnya turun, kita masih evaluasi data, indikasinya begitu," kata dia.

Berdasarkan analisisnya sejauh ini, wilayah yang muka air tanahnya masuk ke kategori rusak ada di wilayah Rancaekek, Leuwigajah, serta beberapa daerah lainnya.

Dia pun menerangkan, penurunan muka air itu antara lain disebabkan konsumsi air masyarakat yang memanfaatkan air tanah.

baca juga

Selain itu, kata dia, adanya pemakaian air oleh industri di sebuah wilayah itu juga menjadi faktor muka air tanah menurun semakin dalam.

Sebelumnya, kata dia, izin memanfaatkan air tanah untuk selain kebutuhan air masyarakat ada di pemerintah daerah.

Namun, kini perizinan tersebut berada di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral yang menaungi Badan Geologi.

Sehingga ia memastikan, pihaknya akan berhati-hati untuk memberikan izin pemanfaatan sumber air tanah dalam skala besar, khususnya di wilayah CAT Bandung Raya.

Dia pun mengaku akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan moratorium terkait permasalahan air tanah yang semakin turun di wilayah Bandung Raya.

Dikatakannya, tak menampik bahwa air merupakan kebutuhan primer untuk kehidupan masyarakat, sehingga perlu kebijaksanaan guna mengatasi kondisi penurunan muka air tanah tersebut.(*)

Sumber:ANTARA

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kementerian PUPR Siapkan SPAM, Warga Jakarta Dilarang Pakai Air Sumur dan Artesis?

Kementerian PUPR Siapkan SPAM, Warga Jakarta Dilarang Pakai Air Sumur dan Artesis?

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2023 | 18:30 WIB

2 SPAM Disiapkan KemenPUPR, Warga Jakarta Dilarang Pakai Air Tanah

2 SPAM Disiapkan KemenPUPR, Warga Jakarta Dilarang Pakai Air Tanah

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2023 | 17:56 WIB

Penurunan Muka Tanah Semarang Akibat Penggunaan Air Berlebihan

Penurunan Muka Tanah Semarang Akibat Penggunaan Air Berlebihan

Tekno | Minggu, 08 Januari 2023 | 02:00 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×