SuaraSumedang - Sebagai pengguna sosial media Twitter, tentu saja kita telah mengenali ciri khas logo yang berupa gambar siluet burung dengan warna biru muda dari dulu masih tetap sama dan belum pernah berubah.
Namun, baru-baru ini logo Twitter tersebut terlihat berbeda dan diketahui bahwa Elon Musk telah menggantinya dengan logo dari sebuah perusahaan mata uang kripto (Doge Coin), berupa wujud gambar anjing jenis shiba inu menjadi kontroversi dan perbincangan hangat warganet sejak hari Senin (03/04/2023) kemarin.
Dikutip dari Tech Crunch, Selasa (4/4/2023), penyebab perubahan logo ini berawal dari milyader sekaligus CEO Twitter Elon Musk ingin menolak gugatan besar-besaran terkait dengan masalah cryptocurrency.
Dalam gugatan itu, Elon Musk dituduh melakukan pemerasan uang senilai US$258 dan menjalankan skema ponzi untuk mendukung Dogecoin.
Sementara itu pengacara Musk baru-baru ini menyebut Dogecoin sebagai cryptocurrency sah yang terus memegang kapitalisasi pasar hampir US$10 miliar.
Menurut laporan Reuteurs pada tahun lalu, penggugat mengklaim Elon Musk mengetahuinya sejak 2019 bahwa cryptocurrency tidak memiliki nilai, akan tetapi tetap mempromosikan Dogecoin untuk mendapatkan keuntungan dari perdagangannya.
Elon Musk dituduh menggunakan popularitasnya sebagai orang terkaya di dunia untuk mengoperasikan dan memanipulasi skema piramida Dogecoin untuk keuntungan, eksposur, dan hiburan, klaim si pengadu.
Dikutip dari Cointelegraph, harga Dogecoin (DOGE) naik melonjak lebih dari 22% menjadi 0,09784 USD AS dalam waktu satu jam setelah Twitter mengubah ikonnya.
"Sesuai apa yang dijanjikan," tulis Elon Musk melalui tweetnya.
Tidak lama setelah Twitter mengubah ikonnya, Elon Musk, memposting kembali berupa ulasan meme berisikan perubahan logo ini akan berlangsung untuk beberapa waktu.
Seperti diketahui, Twitter telah mengalami perubahan besar-besaran di bawah kepemimpinan Elon Musk yang membeli Twitter pada Oktober 2022, sehingga dengan bentuk protes ini diharapkan pihak yang terkait bersedia merespon gugatan dari Elon Musk.
Kendati begitu, tak sedikit pula yang mengetahui akar dari permasalahan ini sehingga sebagian besar warganet mengira bahwa, bergantinya logo ikonik Twitter dianggap sebagai ulah jahil dan lelucon April Fool’s Day oleh boss Tesla tersebut. Elon Musk memang dikenal masyarakat sebagai sosok milyader yang iseng dan jahil dengan kontroversi yang terjadi. (*)