Kearifan Lokal dan Filosofi Hidup dari Pohon Buah Warna Sumedang, Pohon dengan 7 Jenis Mangga yang Berbeda-beda, yuk Simak

Suara Sumedang Suara.Com
Kamis, 06 April 2023 | 14:45 WIB
Kearifan Lokal dan Filosofi Hidup dari Pohon Buah Warna Sumedang, Pohon dengan 7 Jenis Mangga yang Berbeda-beda, yuk Simak
Pohon Buah Warna Sumedang/Pohon mangga raksasa yang unik (Tangkapan layar YouTube)

SUARA SUMEDANG Di Sumedang terdapat sebuah pohon mangga raksasa yang unik.

Penduduk sekitar menyebut pohon mangga ini dengan nama ‘buah warna’, dimana dalam bahasa Sunda, kata ‘buah’ sendiri adalah sebutan untuk buah mangga.

Pohon buah warna ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu bisa menghasilkan 7 jenis buah mangga yang berbeda dalam satu pohon.

Menurut sejarah, pohon peninggalan zaman kerajaan ini usianya sudah mencapai 800an tahun.

Dilansir dari kanal YouTube Vlog Tahu Sumedang pada (12/7/2021), dengan usia mencapai ratusan tahun itu, pohon buah warna memiliki nilai sakral bagi warga Cibugel khususnya, dan juga bagi warga Sumedang pada umumnya.

Nilai sakral dari pohon buah warna melahirkan legenda kearifan lokal dan filosofi berpikir yang bisa diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Awalnya ada sembilan pohon, tapi sebagai filosofi umatnya yang satu ikatan, sembilan pohon tersebut disatukan. Tapi, sekarang tinggal tujuh,” ungkap Pak Budi, juru kunci buah warna generasi keempat.

Pak Budi juga mengatakan bahwa pohon buah warna menjadi penanda ketika terjadi pemberontakan G30S PKI, saat dahan pohon meranggas mati, tidak berbekas.

Tidak hanya itu, saat terjadi perang bara (barisan rakyat), dahannya juga meranggas mati satu, dan itu pun juga tidak berbekas pada pohonnya.

Baca Juga: Cek Rest Area Jelang Arus Mudik, Ganjar Ingatkan Soal Kebersihan: Tolong Dijaga, Pedagang Jangan Ngepruk!

Meskipun dalam satu pohon, buah warna ini memiliki rasa berbeda-beda yang kemudian dijadikan filosofi.

“Iya, dari bentuknya, warnanya, rasanya. Setiap bentuk dan warna buah memiliki rasa yang berbeda-beda, seperti sifat manusia yang berbeda-beda pula. Seperti itu filosofinya,” terang Pak Budi.

Pak Budi menegaskan, pohon buah warna tidak boleh dipetik atau diperjualbelikan.

Jika ingin menyantap buah warna itu, harus sabar menunggu sampai buah tersebut terjatuh dengan sendirinya.

Fakta lain menyebutkan, jika larangan tersebut dilanggar, dampak karmanya bukan hanya ke diri sendiri, melainkan bisa sampai pada anak cucunya.

Sumber : YouTube Vlog Tahu Sumedang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI