SUARA SUMEDANG – Umat muslim tentu wajib hukumnya mengetahui cara untuk melakukan sesuci saat sandang hadas besar.
Kenapa demikian? semua itu tidak terlepas menjadi kewajiban setiap muslim harus berada dalam kondisi bersih dan suci saat hendak melakukan ibadah sunnah maupun yang wajib.
Bahkan saat kondisi perempuan haid, nifas, atau junub dilarang untuk memasuki masjid apalagi ibadah.
Tidak cukup sampai disitu memasuki Ka’bah maupun memegang atau membaca Al Qur’an juga sangat dilarang.
Lantas bagaimana cara mensucikan diri saat menyandang hadas besar, tenang pada artikel ini kalian bisa menemukannya.
Bacaan doa atau niat dibedakan menjadi tiga lebih jelasnya berikut ini
1. Doa mandi wajib setelah melakukan hubungan intim atau keluar sperma
Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala
Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardu karena Allah Ta'ala.”
Baca Juga: Para Guru dan Siswa Bisa Manfaatkan 5 Aplikasi Pengajaran Online Ini Lebih Mudah Ada Bank Soalnya
2. Bacaan doa mandi wajib usai menstruasi
Nawaitul ghusla liraf'i hadatsil haidil lillahi Ta'aala.
Artinya: “Aku berniat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta'ala.”
3. Bacaan niat mandi wajib setelah Nifas
Nawaitul ghusla liraf'i hadatsin nifaasi lillahi Ta'aala.
Artinya: “Aku berniat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta'ala.”
Untuk tata caranya sebagaimana berikut, pada saat guyuran pertama maka hendak berbarengan membaca doa atau niat mandi wajib.
Kemudian pastikan semua lipatan bagian tubuh secara keseluruhan teraliri air hingga basah merata.
Sunnah mandi besar
Saat melakukan mandi besar disunnahkan untuk membasuh bagian tubuh yang kanan terlebih dahulu kemudian yang kiri. (*)