Benarkah Puasa Syawal 6 Hari Bisa Memperoleh Pahala 1 Tahun Penuh, Begini Penjelasan Buya Yahya

Suara Sumedang Suara.Com
Jum'at, 21 April 2023 | 19:37 WIB
Benarkah Puasa Syawal 6 Hari Bisa Memperoleh Pahala 1 Tahun Penuh, Begini Penjelasan Buya Yahya
Buya Yahya - jelaskan mengenai puasa sunnah syawal dan pahalnya. (YouTube/Al-Bahjah TV)

SUARA SUMEDANG – Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh berkah telah berpamitan kepada warga muslim.

Kini datang bulan Syawal yang juga terdapat sebuah keutamaan saat menjalankan Sunnah Rasullah.

Buya Yahya dalam suatu kesempatan mengingatkan begitu besar pahala bagi muslim yang menjalankan sunnah puasa Syawal 6 hari.

"Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian diikutkan ditambah di bulan Syawal, (maka) seperti orang berpuasa sepanjang masa (tahun)'," ujar Buya Yahya, dikutip dari tayangan kanal YouTube Al-Bahjah TV, Jumat (21/4/2023).

Maka setiap muslim ketika datang bulan Syawal bisa melakukan puasa langsung bisa dimulai dengan tanggal 2 sampai 4 kemudian bisa lanjut sampai dengan 6 hari.

"Tanggal 1 Syawal haram berpuasa, baru Anda boleh memulai tanggal 2, 3, 4," kata Buya Yahya.

"Dan tidak harus langsung, yang penting kita ambil 6 hari di bulan Syawal. (Tapi) sesuai sabda Nabi, memang lebih bagus lagi kalau kita bisa mengikuti langsung, beriringan langsung," sambungnya.

Buya kemudian menjelaskan tradisi ketupat yang biasa dilakukan kaum muslim, biasanya dilaksanakan setelah 1 minggu setelah puas Ramadhan.

Semua itu sebagai bentuk perayaan kaum muslim usai menjalankan puasa sebulan penuh dengan melanjutkan puasa sunnah Syawal.

Baca Juga: Profil Bui Vi Hao, Striker Vietnam Sesumbar Bisa Cetak Gol di Setiap Laga Sepak Bola SEA Games 2023

"Setelah tanggal 1 berbuka bareng-bareng, baru tanggal 2, 3, 4, 5, 6, 7 (puasa), baru setelah itu kupatan, itu hari rayanya," terang pengasuh pondok pesantren di Cirebon tersebut.

Lantas bagaimana jika seorang muslim tersebut masih memiliki hutang puasa? Buya memberikan jawaban agar niatnya tetap mengganti puasa yang bolong dan akan mendapatkan sunnahnya juga.

"Memang kalau yang wajib belum dibayar nggak perlu melakukan sunnah. Akan tetapi bagi Anda yang punya utang, niatkan untuk membayar utang, maka nanti Anda dapat bonus sunnah. Selesai," jelas Buya Yahya.

"Anda bayar utang, jangan niat sunnah. Anda niat bayar utang, tapi dapat bonus sunnah. Tapi ingat catatannya, puasa sunnah tidak bisa digabung dengan puasa fardhu dalam niat," tandasnya. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI