Kali ini, peretas secara terbuka menantang Pemerintah Indonesia.
Dalam grup Telegram, Bjorka mengatakan bahwa ia menanti Pemerintah Indonesia ‘menghukumnya’.
Bjorka banyak membuat kehebohan di media sosial karena banyak membocorkan data-data penting.
Pertama kali ia mulai dikenal setelah membocorkan data yang diduga milik pelanggan Indihome.
Belum selesai sampai disitu, Bjorka juga membocorkan surat rahasia untuk Presiden Jokowi, termasuk dari Badan Intelijen Negara (BIN)
Data-data yang berhasil dia bobol lalu dijualnya dengan harga murah.
Untuk dapat membacanya dengan penuh, hanya perlu membayar mulai 8 kredit di forum breacher.to.
Dokumen-dokumen yang berhasil dicuri oleh Bjorka terdiri dari 679.180 data dengan kapasitas 40 MB (compressed) dan 189 MB (uncompressed).
Bjorka tidak merincikan harga jual untuk setiap dokumen yang dicurinya.
Baca Juga: Bawa 20 Pemain, PSIS Semarang Siap Curi Poin di Kandang Persita Tangerang
Namun, ia juga menyertakan sejumlah sampel atau contoh dokumen yang berhasil dibobol.
Tak hanya data-data kenegaraan saja yang berhasil dibobol oleh Bjorka.
Data yang berhasil bocor diperkirakan ada 1,3 miliar data.
Data ini berupa NIK, nomor ponsel, provider telekomunikasi, dan tanggal registrasi.
Kebocoran data SIM card ini memiliki ukuran berkas sebesar 87 GB
Dari hasil investigasi disebutkan tidak ada akses ilegal [ada masing-masing jaringan operator.