Keduanya disambut di jalan raya oleh pemimpin-pemimpin kota. Namun, siapa sangka ada seorang pria tak dikenal tiba-tiba melempari telur dari balik pagar pembatas.
Untungnya telur tersebut tidak mengenai Charles dan istrinya, karena berhasil ditangkis oleh Sherif Kota York, Suzie Mercer.
Saat melempari telur, pria itu terdengar meneriakkan “negara ini dibentuk atas darah para budak” dan “(Charles) bukan raja saya”. Karena aksi onarnya dan mengancam keamanan raja serta istrinya, pria itu segera ditahan empat polisi yang berjaga. Demikian dikutip dari The Guardian, Kamis (10/11/2022).
Beberapa orang tidak mendukung sikap pria itu lalu segera berteriak “Tuhan selamatkan raja” dan “malu-malu” kepada pelempar telur.
Meski baru dilempari telur, namun Raja Charles tampak tidak terpengaruh oleh insiden itu. Dia dan istrinya pun tetap menyapa orang-orang di sekitarnya.
Upacara-upacara tradisional yang dilakukan pemimpin Kota York menyambut raja pun tetap dilakukan Charles.
Charles dan istrinya ke Kota York datang ke Kota York untuk melakukan tugas kerajaan, salah satunya untuk meresmikan patung Ratu Elizabeth II yang pertama didirikan semenjak kematiannya.
Dalam acara peresmian itu, Charles mengatakan “Almarhum Ratu selalu waspada demi kesejahteraan rakyatnya selama hidupnya. Sekarang citranya akan mengawasi apa yang akan menjadi Queen Elizabeth Square selama berabad-abad yang akan datang.”
Patung setinggi dua meter dengan berat 1.1 ton dan terbuat dari batu kapur lepine Prancis itu dirancang untuk merayakan ulang tahun platinum ratu pada Agustus lalu, tepatnya satu bulan sebelum kematiannya.