4 Fakta Bocah SD di Malang alami Bully sampai sesak nafas dan koma

Surabaya

Minggu, 27 November 2022 | 12:11 WIB
4 Fakta Bocah SD di Malang alami Bully sampai sesak nafas dan koma
Ilustrasi anak di bully (instagram @istockphoto.com)

Kasus bullying kembali muncul meramaikan jagat media sosial. Kini, kasus perundungan tersebut terjadi di Malang, Jawa Timur menimpa seorang bocah SD kelas 2.

Naasnya, bocah berinisial MWF tersebut hingga tak sadarkan diri atau mengalami koma usai menerima tindakan keji tersebut. 

Tak lama kemudian MWF dan keluarganya mendapatkan keadilan. Sebab, polisi kini tengah memeriksa sejumlah saksi termasuk kakak kelas yang menjadi pelaku bullying tersebut.

Berikut deretan fakta terkait bocah SD di Malang yang jadi korban bullying hingga koma.

Kronologi: Kakak kelas jadi pelaku

MWF adalah siswa SD kelas 2. Bocah itu berasal dari warga Desa Kalinyamat Jenggolo, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Berdasarkan pengakuan sang ibu, MWF dianiaya oleh kakak kelasnya saat pulang sekolah, Jumat (11/11/2022) lalu.

Ayah MWF juga turut memberikan kronologi bagaimana putranya tersebut menjadi korban perundungan. MWF telat pulang sekolah, lalu menangis histeris. Sayang, korban enggan menceritakan apa penyebabnya.

"Ke kita (orang tua) tidak berani bilang," kata dia, Rabu (23/11/2022).

baca juga

Korban alami koma dan terbaring tak berdaya

MWF akhirnya mengeluh kesakitan dan muntah-muntah sehingga memutuskan untuk tidak masuk sekolah. Sang ayah menduga bahwa MWF mengalami tifus.

"Saya pikir tifusnya kambuh, saya periksa ke bidan langganan. Mualnya mereda tapi tetap pusing," katanya menambahkan.

Bocah naas tersebut akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Islam Gondanglegi dan dirawat sejak Kamis (17/11/2022).

MWF kembali sadar dan blak-blakan ungkap pengeroyokan

Betapa beruntungnya nasib MWF. Ia akhirnya sadarkan diri dan mulai berani mengungkapkan tindakan perundungan yang ia alami.

Ia sontak bercerita bahwa pelaku adalah kakak kelas di sekolahnya. Ia dibawa ke sebuah bendungan dan dihajar hingga sesak nafas.

"Ternyata telat pulang sekolah itu di parkiran sekolah diseret empat anak kakak kelasnya menuju Bendungan Sengguruh, lalu ditendang kepala dan dadanya sempat sesak nafas," jelas ayah korban.

12 saksi diperiksa

Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana mengungkap pihaknya akan mendalami semua pihak yang terlibat dalam kasus bullying yang menimpa MWF. Putu juga turut mengkonfirmasi bahwa kini MWF telah sadar dan kembali mau makan seperti biasa.

"Kalau kondisi anaknya saat ini sudah jauh lebih baik. Sudah sadar dan mau makan," ungkap Putu Kholis dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Kamis (24/11/2022).

Berdasarkan pemeriksaan dokter, MWF mengalami luka dalam. Dokter akan memprioritaskan pemulihan trauma psikis yang dialami MWF usai kejadian itu.

"Menurut dokter korban mengalami luka dalam. Tapi fokus pemulihannya saat ini lebih pada trauma psikis," lanjut Putu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Banjir Rob di Meranti Makan Korban Jiwa, Dua Bocah Tewas Tenggelam

Banjir Rob di Meranti Makan Korban Jiwa, Dua Bocah Tewas Tenggelam

Riau | Minggu, 27 November 2022 | 12:03 WIB

CEK FAKTA: Jokowi dan Putin Kompak Joget Bareng Farel Prayoga di KTT G20, Benarkah?

CEK FAKTA: Jokowi dan Putin Kompak Joget Bareng Farel Prayoga di KTT G20, Benarkah?

News | Minggu, 27 November 2022 | 11:24 WIB

Malam Minggu Kelabu, Bocah 12 Tahun Tewas Diserempet Bus di Flyover Arengka

Malam Minggu Kelabu, Bocah 12 Tahun Tewas Diserempet Bus di Flyover Arengka

Riau | Minggu, 27 November 2022 | 07:55 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×