Kejari Surabaya Diminta Keterangan atas Dugaan Gratifikasi Rekrutmen Panwascam

Surabaya

Selasa, 06 Desember 2022 | 12:17 WIB
Kejari Surabaya Diminta Keterangan atas Dugaan Gratifikasi Rekrutmen Panwascam
Kejari Surabaya Diminta Keterangan atas Dugaan Gratifikasi Rekrutmen Panwascam (jatim.antaranews.com)

Mahasiswa dan masyarakat Surabaya yang mengatasnamakan Solidaritas Satu Cita (SSC) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Surabaya, Jalan Sukomanunggal Jaya Nomor 1, Surabaya.

Unjuk rasa tersebut dilakukan sebagai dukungan kepada Kejaksaan Negeri Surabaya yang tengah menyelidiki kasus dugaan gratifikasi komisioner Bawaslu Kota Surabaya.

"Kami melakukan aksi turun jalan ini sebagai bentuk dukungan moral bagi Kejaksaan Negeri Surabaya yang memanggil Saudara M Agil Akbar (ketua Bawaslu Surabaya) untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus gratifikasi dalam proses rekrutmen Panwascem Kota Surabaya 2022," kata anggota SSC, Fadil.

Fadil mengatakan, telah terungkap kasus suap yang telah mencoreng proses demokrasi di negeri ini. Maka dari itu ia memohon kepada Kejaksaan Negeri Surabaya untuk segera menindak tegas komisioner Bawaslu Kota Surabaya yang menarik sejumlah uang kepada calon Panwascam Kota Surabaya sebagai jaminan lolos seleksi pada proses rekrutmen.

Humas SSC, Salman menjelaskan, setidaknya ada tiga poin yang ingin disampaikan dalam aksi yang digelar. Pertama, mendukung Kejaksaan Negeri Surabaya untuk menyelidiki dugaan gratifikasi yang dilakukan anggota Bawaslu Kota Surabaya.

Kedua, meminta Kejari Surabaya untuk mengusut tuntas dugaan kasus gratifikasi tersebut, dengan memanggil seluruh komisioner dan staf Bawaslu Kota Surabaya. Ketiga meminta untuk mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang berintegritas melalui rekrutmen yang jujur dan bersih dari pungli.

"Kami berharap melalui aksi ini, kami dapat memberikan dukungan bagi penegakan demokrasi di Indonesia, khususnya untuk  terciptanya pemilu yang berintegritas," tegasnya.

Ia mengatakan, institusi Bawaslu harus diselamatkan dari praktik korupsi. Ia juga mengingatkan, agar Kejaksaan Negeri Surabaya sebagai ujung tombak penegakan hukum, bersama dengan institusi-institusi lainnya bersatu untuk memberantas korupsi di tubuh Bawaslu Surabaya.

"Kami akan terus mengawal perkembangan kasus ini, sampai keadilan dan hukum benar-benar ditegakkan," kata Salman.

baca juga

Sementara itu, Wakil Presiden BEM STAI Lukman al Hakim Surabaya Fadil dalam orasinya mengatakan aksi turun jalan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan moral bagi Kejaksaan Negeri Surabaya yang telah memanggil M. Agil Akbar untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus gratifikasi dalam proses Rekrutmen Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Kota Surabaya 2022.

"Adanya dugaan kasus suap tersebut mencoreng proses demokrasi yang ada di Indonesia, oleh karena pihaknya atas nama aliansi SSC memohon kepada Kejari Surabaya untuk segera bertindak tegas," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jika Langgar Kode Etik, Panwascam di Bandar Lampung akan Dipecat

Jika Langgar Kode Etik, Panwascam di Bandar Lampung akan Dipecat

Lampung | Sabtu, 05 November 2022 | 10:45 WIB

Di Bojonegoro Anggota Parpol Juga Terdeteksi Jadi Panwascam

Di Bojonegoro Anggota Parpol Juga Terdeteksi Jadi Panwascam

Jatim | Kamis, 03 November 2022 | 11:10 WIB

Ratusan Peserta Lolos Seleksi Adminitrasi Panwascam di Agam

Ratusan Peserta Lolos Seleksi Adminitrasi Panwascam di Agam

Sumbar | Rabu, 12 Oktober 2022 | 16:58 WIB

Terkini

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:21 WIB

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:05 WIB