Banyak kalangan pecinta sepak bola di tanah air maupun dunia meramalkan, sepak bola Indonesia akan mendapatkan sanksi dari federasi sepak bola dunia (FIFA) akibat tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan jiwa melayang.
Terlebih lagi rumor yang beredar sepak bola Indonesia terancam dibekukan selama 8 tahun, padahal saat ini sepak bola Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat.
Untuk menepis kekhawatiran tersebut, Erick Thohir melakukan pertemuan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, di Doha Qatar pada Rabu (5/10/2022). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengatakan jika organisasi sepak bola dunia itu siap memberikan dukungan maksimal terhadap persepakbolaan Indonesia.
Hal ini didasari dengan pertimbangan potensi, popularitas, dan perkembangan sepakbola di Indonesia
"Serta, dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang konstan, market yang besar, dan kondisi sosial politik yang stabil," kata Erick.
Selain itu, lanjut Erick dukungan itu ditunjukan, agar sepakbola yang merupakan olahraga paling populer, dicintai masyarakat Indonesia ini mampu menjadi kebanggaan nasional.
"Sehingga menjadi salah satu pilar dalam berkontribusi terhadap kemajuan bangsa," ucapnya.
Di pertemuan itu, mantan pemilik klub sepak bola Inter Milan menyampaikan pesan dari presiden Joko Widodo kepada Presiden FIFA Gianni Infantino.
"Saya juga menyampaikan salam dan surat khusus dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino," tandas Erick.
Sementara, Gianni Infantino dalam pertemuan tersebut, kepada Erick Thohir menyampaikan rasa duka citanya yang mendalam atas peristiwa yang terjadi di stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) yang memakan banyak korban.
Seperti diketahui, hingga saat ini FIFA belum memberikan sanksi apapun terhadap organisasi sepak bola di Indonesia terkait kericuhan yang terjadi di stadion Kajuruhan pasca pertandingan Arema melawan Persebaya yang menelan banyak korban meninggal dunia.
Federasi sepak bola dunia itu, sementara ini hanya meminta keterangan resmi dari otoritas sepak bola di Indonesia, seperti yang disampaikan oleh Sekjen PSSI Yunus Nusi dalam konferensi persnya pada Minggu (2/10/2022) lalu.
"Kami telah berkomunikasi bersama FIFA, dan FIFA meminta laporan dari kami secara resmi," kata Yunus.