Ahli Psikologi Forensik Ungkap Kematian Keluarga di Kalideres Ada Kemungkinan Pembunuhan Ataupun Bunuh Diri

Suara Tangsel

Senin, 14 November 2022 | 21:29 WIB
Ahli Psikologi Forensik Ungkap Kematian Keluarga di Kalideres Ada Kemungkinan Pembunuhan Ataupun Bunuh Diri
Ahli Psikolog Forensik, Reza Indragiri (Twitter)

Penemuan jasad empat orang anggota keluarga pada Kamis (10/11/2022) di perumahan elite Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat masih menyisakan pertanyaan.

Dugaan awal setelah dilakukannya otopsi oleh ahli forensik dengan keadaan lambung yang kosong tanpa terisi nutrisi, kematian keluarga di Kalideres tersebut diakibatkan kelaparan.

Menurut keterangan para saksi yakni warga sekitar dan Ketua RT, keluarga tersebut diketahui tertutup dan tidak bersosialisasi dengan warga sekitar. Dari bentuk rumah pun terlihat pagar yang tinggi sehingga menyulitkan warga untuk sekedar mengetahui kondiri rumah jika sedang lewat.

  Ahli psikologi forensik, Reza Indragiri mengatakan ketertutupan dan keengganan keluarga tersebut bersosialisasi dengan tetangga sekitarnya tidak dapat dikambing hitamkan sebagai faktor yang ada kaitannya dengan meninggalnya para korban.

"Dengan kata lain, kita tidak bisa dalam tanda kutip mengkambinghitamkan, serta merta jika warga yang enggan bersosialisasi sebagai masalah. Tapi boleh jadi cara beradaptasi yang bersangkutan terhadap situasi justru bermasalah," terang Reza Indragiri melalui sebuah video yang dikirimkan Senin (14/11/2022).

Menurut Reza Indragiri, keadaan rumah korban yang selalu tertutup dan diberi pagar yang tinggi, bisa jadi sebagai bentuk adaptasi mereka dengan lingkungan tempat tinggalnya. Dan keengganan bersosialisasi adalah akibat tidak merasa lingkungan tempat tinggalnya sebagai tempat yang aman.

"Akibat apa? Sekali lagi mari kita bicara tentang bentuk pagar di perumahan itu. Jadi pertanyaan, kenapa pagar harus setinggi itu. Apakah warga atau sebagian warga menganggap kampung mereka bukanlah kampung yang aman?" kata Reza Indragiri.

"Kalau mereka merasa kampung mereka bukan kampung yang aman, di situ rawan kejahatan, maka menurut saya masuk akal juga jika warga memilih untuk enggan bersosialisasi. Enggan membuka pagar terlalu sering. Enggan untuk memasang atau membangun pagar dalam ukuran rendah," tambah Reza Indragiri.

     Reza Indragiri pun menjelaskan bahwa pagar yang tinggi dan keengganan bersosialisasi belum dapat dikaitkan dengan penyebab kematian, namun dapat dikaitkan dengan terlambatnya ditemukan jasad para korban yang diduga meninggal sejak tiga minggu sebelumnya.

   "Saya belum bisa membangun asumsi apa pun terkait keengganan bersosialisasi dengan kematian. Saya belum bisa berspekulasi soal itu," tegas Reza Indragiri.

"Tapi pagar yang sedemikian tinggi, keengganan mereka bersosialisasi, itulah yang menyebabkan mereka terlambat ditemukan oleh warga, dan pihak kepolisian," jelasnya.

Lokasi Satu Keluarga Tewas di Kalideres [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]
Lokasi Satu Keluarga Tewas di Kalideres (sumber: Suara.com/Yosea Arga Pramudita)

Di sisi lain, terkait temuan para korban meninggal karena kelaparan, dalam pandangan Reza Indragiri, kepolisian harus lebih jauh lagi mendalami kelaparan yang berujung satu keluarga meninggal.

Reza Indragiri menjelaskan, bahwa pada peristiwa kematian digolongkan empat faktor penyebab, yakni faktor alamiah, faktor usia atau penyakit, faktor kecelakaan seperti tersengat listrik atau terjatuh dan faktor bunuh diri atau pembunuhan.

"Persoalannya adalah, karena dalam perkara ini ada 4 orang yang meninggal dunia, maka kita sebenarnya tidak bisa menarik kesimpulan tunggal. Bahwa ada satu faktor yang berlaku menjadi penyebab kematian bagi seluruh jenazah tersebut," terangnya.

"Misalnya ada satu orang, yang meracuni anggota keluarganya, kemudian orang tersebut menghabisi dirinya. Maka dalam peristiwa ini kita ketahui ada dua penyebab yaitu, homicide (pembunuhan) dan suicide (bunuh diri). Nah ini yang harus dipilah," lanjut Reza Indragiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mulan Jameela Ceritakan Alasan Berhijab dan Hijrah Memperbaiki Diri Karena Dihantui Perasaan Ini

Mulan Jameela Ceritakan Alasan Berhijab dan Hijrah Memperbaiki Diri Karena Dihantui Perasaan Ini

| Sabtu, 12 November 2022 | 17:39 WIB

Saking Menghiburnya, Pasien Depresi 'Cancel' Bunuh Diri Gara-gara Nonton Live Bunda Corla, Dokter Mengapresiasi

Saking Menghiburnya, Pasien Depresi 'Cancel' Bunuh Diri Gara-gara Nonton Live Bunda Corla, Dokter Mengapresiasi

| Rabu, 19 Oktober 2022 | 18:18 WIB

Kuat Maruf Ngantuk Saat Jalani Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Brigadir J

Kuat Maruf Ngantuk Saat Jalani Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Brigadir J

| Rabu, 19 Oktober 2022 | 12:25 WIB

Kamaruddin Simajuntak Kembali Muncul, Tepiskan Tuduhan Perkosaan Brigadir J: Putri Candrawathi Otak Pembunuhan, Karena Hasratnya Tidak Dipenuhi

Kamaruddin Simajuntak Kembali Muncul, Tepiskan Tuduhan Perkosaan Brigadir J: Putri Candrawathi Otak Pembunuhan, Karena Hasratnya Tidak Dipenuhi

| Selasa, 18 Oktober 2022 | 12:24 WIB

Bak Drama Korea, Motif Utama Ferdy Sambo Membunuh Brigadir J, 'Atas Nama Cinta'

Bak Drama Korea, Motif Utama Ferdy Sambo Membunuh Brigadir J, 'Atas Nama Cinta'

| Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:14 WIB

Terkini

Terungkapnya Aksi Bejat Kakek 60 Tahun pada Balita Tetangga di Situbondo

Terungkapnya Aksi Bejat Kakek 60 Tahun pada Balita Tetangga di Situbondo

Jatim | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:08 WIB

7 Sunscreen Stick Non-Comedogenic yang Nyaman untuk Kulit Berminyak dan Rentan Jerawat

7 Sunscreen Stick Non-Comedogenic yang Nyaman untuk Kulit Berminyak dan Rentan Jerawat

Lifestyle | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:07 WIB

Angkut 2.800 Penumpang Tiap Hari, TransJatim Malang Raya Butuh Tambahan Koridor Segera

Angkut 2.800 Penumpang Tiap Hari, TransJatim Malang Raya Butuh Tambahan Koridor Segera

Malang | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:01 WIB

Jelang Bentrok Arsenal vs PSG, Pelatih Timnas Prancis Ketar-ketir, Ada Apa?

Jelang Bentrok Arsenal vs PSG, Pelatih Timnas Prancis Ketar-ketir, Ada Apa?

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:00 WIB

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:00 WIB

51 Kisah di Buku Berjalan Jauh: Hangat Seperti Pelukan di Hari yang Panjang

51 Kisah di Buku Berjalan Jauh: Hangat Seperti Pelukan di Hari yang Panjang

Your Say | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:00 WIB

Waspada! Dampak Siklon Jangmi, Jawa Tengah Masuk Zona Sabuk Konvergensi Hujan Lebat

Waspada! Dampak Siklon Jangmi, Jawa Tengah Masuk Zona Sabuk Konvergensi Hujan Lebat

Jawa Tengah | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:59 WIB

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:55 WIB

Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM

Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:52 WIB