Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB
Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun
Ilustasi Aset Kripto. [ChatGPT]
baca 10 detik
  • Amerika Serikat membekukan aset kripto senilai 130 juta dolar AS yang diduga terkait dengan jaringan Iran.

  • Langkah pembekuan melibatkan perusahaan Tether dan menyasar dompet digital milik Bank Sentral Iran.

  • Tindakan ini diambil setelah nota kesepahaman damai antara kedua negara resmi mengalami kegagalan.

Suara.com - Amerika Serikat mengambil langkah ekstrem dengan membekukan aset kripto senilai lebih dari 130 juta dolar AS (Rp 2,3 triliun) yang diduga kuat terafiliasi dengan jaringan pemerintahan Iran.

Tindakan tegas ini diumumkan langsung oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, sebagai bagian dari strategi baru untuk memperketat tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Langkah pembekuan dana digital ini bergulir tepat setelah nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran yang dirancang untuk mengakhiri konflik justru berakhir berantakan. Akibat kegagalan diplomasi tersebut, Washington langsung meluncurkan rentetan sanksi baru termasuk melancarkan serangan udara militer pada hari Selasa.

Ilustrasi kripto [Unsplash/Maria]
Ilustrasi kripto [Unsplash/Maria]

Departemen Keuangan Amerika Serikat secara resmi menyasar puluhan dompet digital yang dituduh memiliki hubungan khusus dengan Bank Sentral Iran. Kebijakan ini juga menyasar lebih dari 50 target lain yang diduga kuat menjadi bagian dari sindikat penyelundup sanksi internasional.

Berdasarkan informasi dari sumber yang memahami persoalan ini, raksasa mata uang digital dunia, Tether, ikut terlibat aktif dalam proses eksekusi pemblokiran aset tersebut. Keterlibatan perusahaan penyedia infrastruktur kripto global ini menjadi krusial untuk memastikan seluruh akses transaksi ilegal Iran benar-benar lumpuh.

Melalui pernyataan resmi di media sosial X, Scott Bessent menegaskan komitmen pemerintahannya dalam memburu aliran dana gelap tersebut.

Bessent menyatakan bahwa pemerintah akan "melanjutkan untuk secara agresif mengikuti aliran uang dan menolak akses rezim Iran terhadap hasil dari skema pendapatan terlarang mereka."

Aksi pembekuan ini bukan pertama kalinya terjadi sepanjang tahun ini di bawah pemerintahan Donald Trump. Sebelumnya pada bulan April lalu, Washington juga telah melumpuhkan aset kripto bernilai fantastis mencapai 344 juta dolar AS yang terafiliasi dengan Teheran.

Tekanan bertubi-tubi ini menjadi respons nyata atas pergeseran cara negara-negara terisolasi dalam menggalang kekuatan finansial. Negara dengan sanksi berat seperti Iran, Rusia, dan Korea Utara kini semakin mengandalkan mata uang kripto untuk bergerak di luar radar.

baca juga

Sistem cryptocurrency yang minim regulasi dibandingkan perbankan konvensional dimanfaatkan oleh negara-negara tersebut untuk memutar pendapatan. Instrumen digital ini menjadi pilihan utama mereka demi menghindari jerat sanksi ekonomi global yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Hujan Rudal AS Bunuh 3 Warga Sipil di Iran Selatan, Bukan Tentara

Hujan Rudal AS Bunuh 3 Warga Sipil di Iran Selatan, Bukan Tentara

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:25 WIB

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:17 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×