Waspada Banjir di Musim Kemarau

Tantrum | Suara.com

Senin, 23 Mei 2022 | 11:36 WIB
Waspada Banjir di Musim Kemarau
suara.com

TANTRUM - Sejumlah wilayah di Indonesia diterjang banjir beberapa hari terkahir ini. Tak pelak lagi kerugian materi dan non materi kembali diderita oleh masyarakat.

Berdasarkan data dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kejadian banjir terjadi di sepanjang Ciamis-Pangandaran, Jawa Barat menyebabkan longsor dan merendam 517 hektar sawah produktif, menyebabkan longsor di Cijeruk, Bogor, sehingga menimbulkan korban jiwa.

"Banjir juga terjadi di DKI Jakarta, setelah diguyur hujan persisten sejak Sabtu dinihari (21/5). Di Jawa Tengah, banjir bandang terjadi di Kulon Progo, Jogja dan Kendal, Jawa Tengah karena luapan sungai yang merendam 21 kelurahan di wilayah tersebut," ujar Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, Bandung, Senin, 23 Mei 2022.

Menurut Erma, potensi banjir yang mulai merebak terjadi sepanjang musim kemarau pada tahun ini dapat diketahui sejak bulan Maret 2022.

Berdasarkan data dari Kajian Awal Musim Wilayah Indonesia Jangka Madya (KAMAJAYA) BRIN, yang menunjukkan bahwa di sebagian besar wilayah di Indonesia, khususnya Jawa, berpotensi mengalami kemarau basah bahkan tidak mengalami kemarau sama sekali.

"Berdasarkan kategori intensitas hujan selama tiga dasarian berturut-turut yang tidak pernah kurang dari 150 milimeter sehingga kriteria musim kemarau tidak pernah terjadi di wilayah-wilayah itu," kata Erma.

Erma merinci wilayah tersebut seperti Bogor, Jakarta, Bandung, Purwakarta, Purwokerto, Jogja, dan wilayah lainnya. 

Selain itu, intensitas rata-rata hujan yang turun di beberapa wilayah tersebut juga memiliki potensi terjadinya hujan ekstrem, karena dapat mencapai lebih dari 400 milimeter selama dasarian atau sepuluh harian.

"Seperti terjadi pada bulan Mei dasarian ketiga (21-31 Mei) saat ini. Meskipun demikian, bulan Mei masih berada pada periode awal terjadinya peningkatan signifikan hujan pada musim kemarau," ungkap Erma.

Peningkatan hujan yang kedua, ketiga, dan seterusnya, dapat terus terjadi di berbagai wilayah di Indonesia seiring anomali iklim global.

Itu berupa fenomena anomali negatif Indian Ocean Dipole (IOD) yang diprediksi oleh berbagai model iklim global dunia akan mencapai maksimum pada bulan Agustus 2022.

"Fenomena IOD negatif ini menunjukkan terjadinya penghangatan suhu permukaan laut di Samudra Hindia tropis bagian timur di dekat wilayah Sumatra, Indonesia. Sebaliknya pendinginan suhu permukaan laut terjadi di Samudra Hindia barat dekat Afrika," jelas Erma.

Erma menerangkan dampak IOD negatif untuk wilayah Indonesia sama seperti La Nina, yaitu menimbulkan anomali basah khususnya di barat Indonesia (Sumatra-Jawa) yang lebih dekat dengan Samudra Hindia.

Selain IOD negatif, fenomena lain yang dapat menambah potensi hujan ekstrem sepanjang musim kemarau di Indonesia adalah pembentukan badai vorteks di selatan ekuator dekat Sumatra-Jawa. 

"Badai vorteks ini berperan dalam menciptakan wilayah konvergensi secara terus-menerus di selatan Indonesia meskipun posisi semu matahari telah berada jauh di utara selama periode musim panas Juni-Agustus," tutur Erma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usai Dihantam Banjir, Ratusan Hektare Sawah di Padang Mulai Dipulihkan

Usai Dihantam Banjir, Ratusan Hektare Sawah di Padang Mulai Dipulihkan

Foto | Senin, 27 April 2026 | 16:25 WIB

BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan

BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan

News | Minggu, 26 April 2026 | 19:00 WIB

Banjir Rendam 20 RT di Jakarta Timur, Titik Tertinggi Hampir Setinggi Orang Dewasa

Banjir Rendam 20 RT di Jakarta Timur, Titik Tertinggi Hampir Setinggi Orang Dewasa

News | Senin, 20 April 2026 | 11:24 WIB

BPBD DKI: Banjir Jakarta Pagi Ini Rendam 21 RT di Jaksel dan Jaktim, Ketinggian Air Hingga 80 Cm

BPBD DKI: Banjir Jakarta Pagi Ini Rendam 21 RT di Jaksel dan Jaktim, Ketinggian Air Hingga 80 Cm

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:35 WIB

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim Pagi Ini

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim Pagi Ini

News | Jum'at, 17 April 2026 | 07:37 WIB

Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?

Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?

News | Kamis, 16 April 2026 | 15:10 WIB

Diterjang Banjir, 14 Desa di Sukoharjo Terendam dan Aktivitas Lumpuh

Diterjang Banjir, 14 Desa di Sukoharjo Terendam dan Aktivitas Lumpuh

Foto | Rabu, 15 April 2026 | 18:02 WIB

Dinilai Lebih Cepat dan Presisi, Bagaimana Teknologi AI BRIN Bantu Petakan Pesisir Pantura?

Dinilai Lebih Cepat dan Presisi, Bagaimana Teknologi AI BRIN Bantu Petakan Pesisir Pantura?

News | Senin, 13 April 2026 | 11:55 WIB

Tepis Isu Menyerah, Kaposwil Safrizal Jelaskan Lagi Progres Pembersihan Pasca-Banjir Aceh

Tepis Isu Menyerah, Kaposwil Safrizal Jelaskan Lagi Progres Pembersihan Pasca-Banjir Aceh

News | Sabtu, 11 April 2026 | 12:35 WIB

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:46 WIB

Terkini

Presiden Soroti Jalur Kereta Tanpa Palang, Menhub Janji Segera Pasang Pintu Perlintasan Baru

Presiden Soroti Jalur Kereta Tanpa Palang, Menhub Janji Segera Pasang Pintu Perlintasan Baru

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:55 WIB

Perbedaan RDPU dan RDPT, Mana yang Lebih Cuan untuk Investor Pemula?

Perbedaan RDPU dan RDPT, Mana yang Lebih Cuan untuk Investor Pemula?

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 14:54 WIB

Daycare Little Aresha Dicoret-coret, Dua Motor Disiram Cat Hitam, Satpol PP Disiagakan Jaga Lokasi

Daycare Little Aresha Dicoret-coret, Dua Motor Disiram Cat Hitam, Satpol PP Disiagakan Jaga Lokasi

Jogja | Selasa, 28 April 2026 | 14:54 WIB

KA Pandalungan dan Blambangan Ekspres Beroperasi Sesuai Jadwal Usai Tragedi Tabrakan di Bekasi

KA Pandalungan dan Blambangan Ekspres Beroperasi Sesuai Jadwal Usai Tragedi Tabrakan di Bekasi

Jabar | Selasa, 28 April 2026 | 14:53 WIB

Body Butter atau Body Lotion Dulu? Ini 4 Rekomendasi untuk Kunci Kelembapan

Body Butter atau Body Lotion Dulu? Ini 4 Rekomendasi untuk Kunci Kelembapan

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 14:53 WIB

Aroma Menyengat yang Menyergap

Aroma Menyengat yang Menyergap

Your Say | Selasa, 28 April 2026 | 14:50 WIB

5 Film Terbaru di Minggu Ini, Ada Para Perasuk hingga The Drama

5 Film Terbaru di Minggu Ini, Ada Para Perasuk hingga The Drama

Your Say | Selasa, 28 April 2026 | 14:50 WIB

Sosok Nurlela, Guru SD Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Sosok Nurlela, Guru SD Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Bekaci | Selasa, 28 April 2026 | 14:45 WIB

Wagub Banten Sentil Pusat: Otonomi Daerah Jangan Jalan Setengah Hati

Wagub Banten Sentil Pusat: Otonomi Daerah Jangan Jalan Setengah Hati

Banten | Selasa, 28 April 2026 | 14:45 WIB

Liga Champions: Vincent Kompany Yakin Bayern Munchen Bisa Jegal PSG

Liga Champions: Vincent Kompany Yakin Bayern Munchen Bisa Jegal PSG

Bola | Selasa, 28 April 2026 | 14:30 WIB