Bandung Punya Perguruan Silat Gratis Khusus Disabilitas

Tantrum

Selasa, 31 Mei 2022 | 16:26 WIB
Bandung Punya Perguruan Silat Gratis Khusus Disabilitas
Dedy Ardian

TANTRUM - Sore yang mendung itu, sayup - sayup terdengar suara alat musik ritmis dan seruling tradisional di Sekolah Luar Biasa BC Yayasan Pendidikan dan Latihan Anak Berkelainan (SLB BC YPLAB) Wartawan Bandung.

Pusat suara berada di sudut sekolah yang terletak di Jalan Komplek Wartawan IV Nomor 31a, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat.

Saat didekati, suara dua alat musik itu semakin jelas berasal dari alat pemutar lagu dengan pengeras suara. Terdengar pula suara lantang instruksi mengarahkan sebuah gerakan. Pencak silat, jika dilihat sekilas dari gerakannya.

Tampak dari belakang pekarangan yang tidak begitu luas, sekelompok remaja bahkan anak - anak bergerak rapi, mengikuti arahan seorang pelatih di depannya. Namun saat mengitari lokasi latihan pencak silat itu, baru terlihat pesertanya adalah kelompok disabilitas.

“Niat awalnya adalah sebuah kekecewaan dengan harga terapis anak - anak difabel yang begitu mahal. Maka dari itu saya berpikir keras dan mencari ide bagaimana caranya menyatukan sebuah terapi, seni dan olahraga,” kata Dedy Ardian ditulis Bandung, Selasa, 31 Mei 2022.

Pilihan akhir, jatuh pada bela diri pencak silat ucap Dedy. Pada dasarnya, Dedy bukanlah pelatih salah satu bela diri tradisional Indonesia itu. Dia hanya seorang pengajar di sebuah sekolah luar biasa di Kota Bandung.

Berbekal modal nekad, pengabdian dan rasa kecewa terhadap pelayanan terapis bagi disabilitas, akhirnya Dedy mulai berguru perlahan dibantu oleh istrinya. Alhasil, beberapa jurus dan gerakan pencak silat dicoba disederhanakan sesuai kemampuan mereka.

“Saya yang langsung ngelatihnya. Jurus - jurus dan rangkaian gerak, saya menyadapnya dari istri saya. Nama istri saya, Iim Komalawati kebetulan salah satu pewaris perguruan pencak silat Simpay Wargi Budhi Kancana,” tutur Dedy.

Dedy, merupakan contoh salah seorang warga Bandung yang melayangkan protes dengan tindakan nyata, untuk menghasilkan solusi kendala yang dihadapi oleh kelompok disabilitas.

Malas, mungkin itu kata yang tepat bagi seorang Dedy, melayangkan protes dengan bersilat lidah tanpa bukti.  

Padahal, peran negara sangat penting untuk mewujudkan keadilan bagi para penyandang disabilitas agar mendapat jaminan fasilitas yang sama. Sehingga tidak ada lagi diskriminasi karena perbedaan tersebut.

Sebagaimana dikatakan dalam UU Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat dan menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa Sistem Pendidikan Nasional menekankan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan sesuai dengan jenjang, jalur, satuan, bakat, minat, dan kemampuannya tanpa diskriminasi.

“Pada hakikatnya setiap individu manusia memiliki potensi yang berbeda-beda. Setiap individu tidak akan mempunyai potensi yang sama persis seperti individu yang lain. Dalam diri individu sudah terdapat potensi terpendam yang dapat dimaksimalkan tergantung bagaimana peran eksternal untuk memaksimalkan potensi individu tersebut,” ungkap Dedy.

Agar potensi terpendam kelompok disabilitas dapat disalurkan lanjut Dedy, pada tanggal 17 Februari 2018 dibentuklah Asosiasi Pencak Silat Disailitas (APSIDI). Dedy bilang asosiasi itu dibentuk dari aktifitas anak-anak disabilitas yang mempunyai kemampuan di bidang seni.

Dedy menjelaskan di tanggal yang sama, anak-anak disabilitas mulai dilatih mengenal seni pencak silat yang ada di sekolah, dan dalam perjalanannya APSIDI mulai memperlihatkan denyut perkembangannya. APSIDI ini hadir karena pada hakikatnya setiap individu manusia memiliki potensi yang berbeda-beda.

“Sebagaimana dijelaskan dalam UU Nomor 4 Tahun 1997 pasal 1 tentang penyandang cacat, dijelaskan bahwa disabilitas atau kecacatan adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan atau mental yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan untuk melakukan kehidupan secara selayaknya. Para difabel dikategorikan sebagai penyandang cacat fisik, mental atau keduanya,” ungkap Dedy.

Menurut penjelasan undang - undang tersebut terang Dedy, penyandang disabilitas adalah orang orang yang terlahir dengan dua kelainan fisik atau mental seperti pola pikir yang membuat perkembangan mereka tidak sesuai dengan manusia yang normal.

Akan tetapi, kondisi yang demikian tidak menghambat mereka untuk menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi atlet yang berprestasi baik di level nasional maupun internasional walaupun dalam keadaan disabilitas.

Pada sisi lain Dedy menuturkan selain olahraga, seni menjadi media penting menuangkan ekspresi bagi setiap orang, termasuk penyandang disabilitas. Seni bahkan mampu menjadi sarana terapi dan ajang eksistensi bagi mereka yang berkebutuhan khusus. 

“Pada zaman urban ini masyarakat dituntut untuk memberikan kreativitas dalam berkarya, karena sebuah kreativitas seni tidak memandang siapa pun yang akan melakukannya. Dalam pasal yang lain yaitu pasal 28 C Undang-undang Dasar 1945 dituliskan bahwa setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia,” ujar Dedy.

Pada dasarnya para penyandang disabilitas harus mampu berinteraksi dan berdiri sendiri dengan menumbuhkan semangat dan kemampuan berkreativitas dalam seni dan olahraga. Kunci utama adalah kehendak dan usaha. 

Mereka memiliki kehendak untuk mengikuti rehabilitasi di antaranya rehabilitasi tubuh melalui seni relaksasi.

Melalui pendekatan dengan mendengarkan musik dan melihat tarian, bahkan mengajarkannya sehingga bisa merelaksasi fisik dan pikiran agar tidak semakin lemah.

“Untuk itu kepada disabilitas yang ikut latihan, saya berikan pola latihan dengan pemanasan, gerak dasar jurus, latihan ibing (aplikasi jurus ke dalam gerakan yang diiringi musik, terus pendinginan dan pola latihannya di ulang-ulang. Latihannya dari jam 13.00 WIB sampai jam 14.30 WIB,” tandas Dedy.

Dedy mengingatkan, seluruh kegiatan pencak silat khusus disabilitas yang digagasnya sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis.

Modalnya hanya satu untuk calon peserta dan orang tua, yaitu cukup modal ikhlas dan mau membawa anak ke tempat latihan.

Program gratis latihan pencak silat khusus disabilitas ini, terus dibewarakan oleh Dedi disetiap ada kesempatan. Salah satunya adalah saat pertunjukan anak didiknya.

Terakhir kampanye latihan pencak silat gratis ini usai pertunjukan serupa di Universitas Islam Nusantara (Uninus) bulan Desember 2019 lalu.

“Sudah satu tahunan, sekarang peserta latihan pencak silat gratis terakhir ada 29 orang. Usia tidak dibatasi, numpang promo nih latihannya setiap Kamis jam 13.00 WIB di Jalan Wartawan Buah Batu Bandung,” sebut Dedy. 

Dedy bersyukur inisiatifnya tersebut mendapatkan respon positif dari para orang tua siswa. Dirinya bahagia dengan ‘kemenangan kecil’ yang diraihnya.

Sabar dan ikhlas dalam mencari solusi bagi peningkatan kapasitas kelompok disabilitas. Dedy mengklaim dirinya bukan orang baik, namun selalu berusaha lebih baik dalam memperjuangkan hak disabilitas.

Durasi latihan dua jam setengah latihan pencak silat khusus disabilitas pun berakhir. Gerimis tetap turun, tetapi keceriaan peserta latihan disabilitas tidak padam. 

Cerita Dedy boleh berhenti karena terlahang pandemi. Tetapi semangat membara demi meningkatkan kelompok disabilitas tidak pernah mati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dan Bandung: Romansa Mahasiswa yang Hangat dengan Bumbu Persahabatan yang Kental

Dan Bandung: Romansa Mahasiswa yang Hangat dengan Bumbu Persahabatan yang Kental

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:36 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Viral Petugas Transjakarta Antar Penumpang Disabilitas ke MRT, Pramono Soroti Akses Ramah Difabel

Viral Petugas Transjakarta Antar Penumpang Disabilitas ke MRT, Pramono Soroti Akses Ramah Difabel

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Kemnaker Perkuat Pelatihan dan Perluas Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Kemnaker Perkuat Pelatihan dan Perluas Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:14 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin

Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Empat Raksasa Bertemu di Semifinal, Piala Presiden 2026 Menempa Sang Juara

Empat Raksasa Bertemu di Semifinal, Piala Presiden 2026 Menempa Sang Juara

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Head to Head Persib vs Persebaya: Maung Bandung Superior Jelang Final Piala Presiden 2026

Head to Head Persib vs Persebaya: Maung Bandung Superior Jelang Final Piala Presiden 2026

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:40 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×