TANTRUM - Sekitar enam jam berpuasa, tubuh kita mulai melepaskan lebih banyak Human Growth Hormone (hormon HGH).
Hormon ini mengubah metabolisme agar tubuh lebih menggunakan pembakaran lemak daripada penggunaan protein untuk energi.
Sehingga protein sebagian besar dapat digunakan untuk perbaikan sel dan peningkatan fungsi sel otak. HGH juga mengurangi peradangan pada tubuh dan merangsang peningkatan regulasi autophagy.
"Human Growth Hormone eksogen (dari luar tubuh) tidak dianjurkan karena berbagai alasan dan bukan yang terbaik untuk tubuh kita. HGH diketahui memiliki manfaat anti penuaan (anti aging) dan dapat meningkatkan usia harapan hidup, khususnya dalam meningkatkan fungsi kognisi, menyediakan perlindungan saraf, dan meningkatkan neurogenesis," kata Sumartini Dewi, Kepala Pusat Studi Imunologi Fakultas Kedokteran Universits Padjadjaran - Rumah Sakit Hasan Sadikin (UNPAD-RSHS) ditulis Bandung, Sabtu, 4 Juni 2022.
Dewi menyebutkan hasil penelitian khusus menunjukkan bahwa HGH memiliki efek perlindungan terhadap sel-sel saraf, menjaga kesehatan dan kinerja otak.
Hormon ini juga membuat panjang umur dan mengatur metabolisme.
Puasa telah terbukti secara alami dapat meningkatkan kadar HGH untuk memberikan manfaat anti-penuaan, perbaikan, perlindungan saraf, dan umur panjang yang sehat.
Berbagai penelitian telah menunjukkan, puasa dapat membantu hidup lebih lama.
"Ada sejumlah alasan mengapa puasa dapat membantu menjalani hidup yang lebih panjang. Yang pertama berkaitan dengan metabolisme. Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh mulai melambat, yang mengarah pada hilangnya jaringan otot secara bertahap melalui proses yang dikenal sebagai sarcopenia," jelas Dewi.
Dewi menuturkan pula puasa tidak hanya bagus untuk tubuh kita, namun juga baik untuk sel-sel otak. Berpuasa meningkatkan fungsi otak dalam beberapa cara.
Pertama adalalah merangsang pembentukan sel-sel otak lebih banyak. Berpuasa dapat merangsang pembentukan sel-sel otak lebih banyak lagi, sehingga dapat meningkatkan fungsi otak kita.
"Menurut Dr. Mark Mattson, seorang profesor Neurologi di Universitas John Hopkins, puasa telah terbukti meningkatkan tingkat neurogenesis di otak. Neurogenesis adalah pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak dan jaringan saraf baru," ungkap Dewi.
Tingkat neurogenesis yang lebih tinggi dapat meningkatkan kinerja otak, memperbaiki sel-sel memori, memperbaiki mood atau suasana hati, dan meningkatkan kemampuan berkonsentrasi.
Berpuasa juga terbukti meningkatkan produksi brain-derived neurotrophic factor (BDNF) di dalam sel-sel otak.
Puasa tidak hanya meningkatkan proses neurogenesis terang Dewi, tetapi juga meningkatkan produksi protein yang berperan penting bagi sel-sel otak kita, yaitu Brain-derived neurotrophic factor (BDNF). BDNF telah diketahui sebagai 'Miracle Grow For Your Brain'.