Meningkatkan Usia Harapan Hidup dengan Puasa

Tantrum Suara.Com
Sabtu, 04 Juni 2022 | 10:13 WIB
Meningkatkan Usia Harapan Hidup dengan Puasa
suara.com

"BDNF adalah salah satu faktor neurotropik yang mendukung diferensiasi, maturasi, dan kelangsungan hidup sel neuron dalam sistem saraf dan menunjukkan efek neuroprotektif dalam kondisi buruk. Seperti stimulasi glutamatergik, iskemia serebral, hipoglikemia, dan neurotoksisitas," tutur Dewi.

BDNF juga merangsang dan mengendalikan pertumbuhan sel neuron baru dari sel induk saraf (neurogenesis).

BDNF telah terbukti memainkan peran dalam neuroplastisitas, yang memungkinkan otak untuk terus berubah dan beradaptasi.

Kemampuan ini membuat sel otak lebih tahan terhadap stres dan lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi.

BDNF membantu menghasilkan sel-sel otak baru, melindungi sel-sel otak kita, menstimulasi koneksi dan sinapsis baru, meningkatkan memori, meningkatkan suasana hati, dan kemampuan belajar.

"Puasa telah terbukti meningkatkan BDNF sebesar 50-400 persen. Pelepasan BDNF mengaktifkan sel punca di dalam otak dan mengubahnya menjadi sel-sel neuron. BDNF juga memicu pelepasan beberapa bahan kimia lain yang baik untuk kesehatan otak Anda," ucap Dewi.

Peningkatan produksi BDNF telah terbukti melindungi sel-sel otak dari perubahan degeneratif yang terkait dengan kondisi seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer.

Sementara kadar BDNF yang rendah telah dikaitkan dengan depresi dan beberapa masalah otak lainnya.

Semua proses seperti penghematan protein, pengurangan peradangan, autophagy, dan peningkatan produksi BDNF, sangat bermanfaat bagi otak kita. Proses tersebut dapat mengurangi kerusakan sel-sel otak.

"Mekanismenya adalah menekan reaksi peradangan dan membuang limbah di otak. Merangsang fungsi otak yang lebih baik, dengan mempromosikan perbaikan sel dan berkontribusi pada pembentukan sel-sel otak baru dan koneksisitas antar sel, sehingga memfasilitasi komunikasi yang baik di dalam sel-sel otak," lanjut Dewi.

BDNF khususnya berkontribusi pada proses pembangunan sel otak, defisit protein ini telah dikaitkan dengan masalah kognitif pada proses penuaan seperti demensia.

Berpuasa memiliki efek neuroprotektif dan berkontribusi terhadap pencegahan penuaan dengan cara yang sehat

Manfaat lain yang mengesankan dari puasa adalah dapat mengeluarkan racun dalam tubuh.

Banyak makanan olahan yang kita makan saat ini mengandung banyak zat aditif, beberapa di antaranya menjadi racun bagi tubuh kita.

"Saat makanan dicerna dan diserap ke dalam tubuh, racun ini juga diserap ke dalam tubuh dan disimpan dalam bentuk lemak tubuh," jelas Dewi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI