TANTRUM - Seluruh elemen masyarakat diminta untuk bersinergi, berkolaborasi, bertransformasi, serta berpartisipasi aktif mengawal penyelenggaraan Pemilu 2024 agar berintegritas dan berkualitas.
Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia Neni Nur Hayati mengatakan, hal itu perlu dilakukan oleh masyarakat, mengingat tahapan Pemilu 2024 telah dimulai dan kompleksnya penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.
Selain itu, lanjut ia, untuk mewujudkan penyelenggaraan Pemilu 2024 yang terbuka dan inklusif.
"DEEP mendorong penyelenggara pemilu agar senantiasa transparan dan akuntabel dalam menyelenggarakan seluruh tahapan Pemilu 2024 dengan membuka kanal-kanal media komunikasi dan informasi yang lebih luas, bahkan mampu menjangkau kelompok-kelompok rentan," katanya.
DEEP mengharapkan, penyelenggara pemilu dapat melaksanakan setiap tahapan dan subtahapan Pemilu 2024 secara profesional, mandiri, dan independen. Pihaknya pun mendorong pemerintah serta DPR agar mendukung secara penuh anggaran penyelenggaraan Pemilu 2024 yang telah diajukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Elite serta partai politik untuk senantiasa menjaga integrasi nasional dengan mencari titik temu antara ancaman dan tantangan disintegrasi bangsa di tengah penyelenggaraan pemilu agar keutuhan tetap terjaga.
Ia mengatakan, hal terseut, dapat dilakukan oleh elite dan partai politik dengan mengimplementasikan politik adiluhung atau bermutu tinggi, bukan politik pragmatis dan oportunis.
"Sifat angkuh, ambisius, dan oportunis akan merusak demokrasi di Indonesia dan menghancurkan kohesi sosial. Tunjukkan bahwa elite politik adalah negarawan yang memiliki kepemimpinan, kewibawaan, serta bijaksana bersikap dan bertutur kata," imbau dia.
Neni mengingatkan pemilu merupakan sarana kontestasi politik untuk berlomba demi kebaikan bersama, bukan perlombaan yang saling menjatuhkan dan menebarkan kebencian pada sesama anak bangsa.
"Pemilu juga menjadi sarana menjaga keutuhan bangsa serta mempererat nilai persatuan dan kesatuan. Buatlah bangsa ini sehat dengan politik yang menjunjung tinggi nilai etika, keadaban, dan moralitas," katanya.
Selasa (14/6), KPU telah meluncurkan secara resmi tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024 atau 20 bulan sebelum hari pemungutan suara yang jatuh pada 14 Februari 2024.