TANTRUM - Untuk memajukan perekonomian Indonesia melalui UMKM, perlu adanya komitmen bersama membangun ekosistem market sendiri. Demikian dikatakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Tohir.
"Teknologi tidak bisa terelakkan, maka kita harus punya ekosistem dan roadmap sendiri. Harus dipastikan ekosistem ini kita yang menangkan," tutur Erick Tohir, dalam pertemuan seluruh Ikatan Alumni (IKA) Unpad pada Minggu, di Graha Sanusi, Unpad, Bandung, Minggu (3/6/2022).
Salah satu langkah pemerintah dalam mendukung ekosistem market di negeri sendiri, melalui peningkatan kredit perbankan bagi para UMKM.
"Malaysia dan Thailand itu kredit perbankan untuk UMKM sudah mencapai 50 persen. Di Indonesia baru 20 persen. Kita menargetkan naik jadi 30 persen dan secara bertahap diharapkan bisa naik sampai 50 persen," jelasnya.
Selain itu, Erick juga menekankan, di samping pendanaan, perlu adanya pendampingan, sehingga bisa meningkatkan kualitas produk para UMKM.
Baru 3,18% UMKM Indonesia yang Mapan
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mendominasi perekonomian di Indonesia, yakni sebanyak 99 persen. Tapi realitanya, peran mereka masih kurang produktif. Baru 3,18 persen UMKM yang masuk dalam golongan usaha mapan.
Hal itu dikatakan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dalam pertemuan seluruh Ikatan Alumni (IKA) Unpad pada Minggu, di Graha Sanusi, Unpad, Bandung, Minggu (3/6/2022).
"Baru 3,18 persen UMKM yang masuk dalam golongan usaha mapan. Padahal, di 2045 kita akan masuk dalam negara besar. Sehingga perlu adanya akselerasi transformasi digital UMKM," ucap Teten.
Baca Juga: 4 Kesalahan Resign yang Bikin Kondisi Finansialmu Berantakan, Hindari!
Teten berharap, evolusi kewirausahaan tersebut bisa lahir dan muncul dari para alumni Unpad.
"1,7 juta sarjana lahir dan akan masuk ke dunia kerja. Maka, kampus pun harus mengubah mindset para sarjana ini menjadi entrepreneur, bukan hanya kerja sebagai pegawai swasta atau negeri," ungkapnya.
Salah satu upaya Unpad dalam menyejahterakan masyarakat melalui pembinaan UMKM. Tercatat sebanyak 500 UMKM rutin dibina oleh IKA Unpad.
Bahkan, pada acara pertemuan akbar IKA Unpad kali ini, terdapat 100 stand yang disediakan untuk para UMKM.
Ketua IKA Unpad, Irawati Hermawan mengatakan, pertemuan alumni Unpad kali ini sangat penting untuk menjalin kembali kolaborasi dan sinergi antar alumni.
"Ada yang dari Balikpapan, Lampung, juga Banten ikut hadir. Semoga lewat pertemuan ini, kita juga bisa membantu alumni unpad agar berkarir dengan lebih baik," kata Ira.