Amerika Serikat Temukan Kasus Pertama Cacar Monyet Pada Anak-anak

Tantrum

Senin, 25 Juli 2022 | 09:23 WIB
Amerika Serikat Temukan Kasus Pertama Cacar Monyet Pada Anak-anak
Monkey Pox atau Cacar Monyet (suara.com)

TANTRUM - Amerika Serikat (AS) melaporkan penemuan perdana dua kasus cacar monyet pada anak-anak. Kasus-kasus itu menimpa seorang balita di California dan seorang bayi yang bukan warga AS.

Keduanya tidak berkaitan dan kemungkinan akibat tertular di dalam rumah, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dalam pernyataan.

Diberitakan ANTARA dicuplik dari suara.com, Senin, 25 Juli 2022, CDC mengatakan anak-anak itu berada dalam keadaan baik dan sedang menjalani perawatan.

Cacar monyet, yang menimbulkan gejala mirip flu dan lesi kulit, adalah penyakit endemik di negara-negara Afrika barat dan tengah.

Selama wabah kali ini, banyak kasus penyakit itu ditemukan di kalangan pria homoseksual dan di luar negara-negara tersebut.

Penyakit itu menular terutama lewat kontak dekat. Sejauh ini, 14.000 lebih kasus cacar monyet ditemukan di lebih dari 60 negara, dan lima kematian terjadi di Afrika.

Kasus cacar monyet pada anak bukan kejutan, kata Dr Jennifer McQuiston, wakil direktur divisi penyakit menular CDC, dalam sebuah konferensi daring.

Namun, kata dia, sampai hari ini belum ada bukti bahwa virus itu menyebar di luar komunitas gay dan pria biseksual.

Dia mengatakan 99 persen dari 2.891 kasus cacar monyet di AS terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan sesama pria, tetapi sejumlah wanita dan pria transgender juga terinfeksi.

baca juga

Koordinator respons COVID-19 Gedung Putih Dr Ashish Jha dalam konferensi yang sama mengatakan pemerintah telah mendistribusikan 300.000 dosis vaksin cacar monyet.

Pemerintah juga berusaha mempercepat pengiriman 786.000 dosis tambahan dari Denmark.

Jha mengatakan pihaknya memiliki persediaan vaksin yang cukup bagi separuh lebih penduduk New York City dan 70 persen lebih populasi Washington DC, yang memenuhi kriteria.

Tingkat kematian selama wabah sebelumnya akibat cacar monyet jenis ini di Afrika mencapai sekitar satu persen, tetapi wabah kali ini tampaknya tidak terlalu mematikan di negara-negara nonendemik.

Namun, sejumlah pasien telah dirawat di rumah sakit karena menderita sakit parah.

Jha mengatakan AS masih mengevaluasi apakah wabah cacar monyet harus ditetapkan sebagai darurat kesehatan publik.

"Kita sedang mencermati hal itu, mencari cara-cara untuk meningkatkan respons, jika ada, dengan menetapkan darurat kesehatan publik," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngeri! Amerika Serikat Temukan Kasus Pertama Cacar Monyet Pada Anak-anak

Ngeri! Amerika Serikat Temukan Kasus Pertama Cacar Monyet Pada Anak-anak

Health | Senin, 25 Juli 2022 | 04:05 WIB

Cacar Monyet Jadi Darurat Kesehatan, WHO Bagi Negara Jadi 4 Kelompok Risiko Penularan

Cacar Monyet Jadi Darurat Kesehatan, WHO Bagi Negara Jadi 4 Kelompok Risiko Penularan

Health | Senin, 25 Juli 2022 | 06:15 WIB

Cacar Monyet Jadi Darurat Kesehatan Global, WHO Temukan 3 Gejala Paling Buruk!

Cacar Monyet Jadi Darurat Kesehatan Global, WHO Temukan 3 Gejala Paling Buruk!

Health | Minggu, 24 Juli 2022 | 18:09 WIB

Terkini

Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat

Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Gantung Sepatu Demi Keluarga, Eks Sprinter Asian Games Comeback di Lintasan Aspal

Gantung Sepatu Demi Keluarga, Eks Sprinter Asian Games Comeback di Lintasan Aspal

Sport | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Belajar dari Kerja Praktik: Coding Terbaik Adalah yang Mampu Menyelesaikan Masalah Nyata

Belajar dari Kerja Praktik: Coding Terbaik Adalah yang Mampu Menyelesaikan Masalah Nyata

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Promo Tiket Bioskop CInepolis, Khusus Nasabah BRI

Promo Tiket Bioskop CInepolis, Khusus Nasabah BRI

Bri | Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Bahlil di Musda Golkar Sumsel: Migas dan Batu Bara Jangan Terus Ditentukan dari Jakarta

Bahlil di Musda Golkar Sumsel: Migas dan Batu Bara Jangan Terus Ditentukan dari Jakarta

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Remaja 14 Tahun Jadi Aktor Pembunuhan Berencana, Jasad Korban Dibakar

Remaja 14 Tahun Jadi Aktor Pembunuhan Berencana, Jasad Korban Dibakar

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Melihat Dunia Lagi Setelah Kornea Rusak, Ini Revolusi Teknologi Transplantasi Mata Modern

Melihat Dunia Lagi Setelah Kornea Rusak, Ini Revolusi Teknologi Transplantasi Mata Modern

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Dulu Hidup di Sepanjang Sungai Musi, Kini Tembang Batanghari Sembilan Terancam Hilang

Dulu Hidup di Sepanjang Sungai Musi, Kini Tembang Batanghari Sembilan Terancam Hilang

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Menko Djamari Bela Program Pemerintah, Sebut Ada Banyak Akun 'Potong Video' di Medsos

Menko Djamari Bela Program Pemerintah, Sebut Ada Banyak Akun 'Potong Video' di Medsos

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:18 WIB

Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra

Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:14 WIB

×