TANTRUM - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mencatat, pembiayaan usaha ultramikro (UMi) telah mencapai Rp 22,04 triliun yang disalurkan kepada 6,4 juta debitur sejak 2017 melalui 60 lembaga keuangan bukan bank yang tersebar di 509 kabupaten/kota di Indonesia.
Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah menyatakan, saat dimulai pada 2017 pihaknya hanya menyalurkan pembiayaan UMi terus meningkat dengan rincian pada 2017 sebanyak Rp753,24 miliar kepada 307.033 debitur dan kemudian Rp1,56 triliun kepada 557.112 debitur pada 2018.
Peningkatan penyaluran UMi melalui badan layanan umum (BLU) itu terus berlanjut pada 2019 yang mencapai Rp 2,71 triliun kepada 809.926 debitur dan Rp 6,01 triliun kepada 1,76 juta debitur pada 2020. Hal serupa pun turut terjadi di sepanjang 2021 yaitu penyaluran UMi kembali meningkat mencapai Rp 7,03 triliun kepada 1,95 juta debitur.
Untuk tahun ini, PIP menargetkan penyaluran UMi akan menjangkau 2 juta debitur dengan realisasi sampai semester I-2022 telah tercapai 50 persen dari target yaitu 1 juta debitur dengan nilai Rp 3,95 triliun.
Sebanyak 95 persen dari total 6,4 juta debitur penerima pembiayaan UMi ini merupakan perempuan sedangkan sisanya yakni 5 persen adalah laki-laki.
Ia memaparkan, karena sebagian besar pelaku usaha mikro adalah perempuan, skema penyaluran UMi yang menggunakan skema jemput bola atau petugas mendatangi masyarakat secara langsung juga sangat cocok bagi perempuan.
"Para ibu-ibu yang juga memiliki tanggung jawab mengurus keluarga dan anak-anak, mereka tidak perlu meninggalkan rumah sehingga skema ini dirasa cocok bagi perempuan," jelas Ririn.
Sementara dari sisi plafon, sebanyak 90,68 persen dari total Rp 22,04 triliun pembiayaan UMi yang telah tersalurkan memiliki plafon kredit kurang dari Rp 5 juta meski plafon UMi bisa sampai Rp 20 juta. Kemudian dari pembiayaan UMi yang telah disalurkan tersebut sebanyak 92,98 persen di antaranya memiliki tenor pinjaman sampai 12 bulan.
PIP enyediakan pembiayaan UMi berskema syariah sejak 2020 dengan porsi mencapai 44,7 persen dari total penyaluran Rp 22,04 triliun. Sektor perdagangan mendominasi realisasi penyaluran UMi ini yaitu memiliki porsi mencapai 95,97 persen.
Baca Juga: Survei Kota Pelajar di Indonesia, Bandung di Urutan Berapa?