Rupiah Melemah Diperkirakan Tembus Level Rp 15.200

Tantrum

Jum'at, 29 Juli 2022 | 11:03 WIB
Rupiah Melemah Diperkirakan Tembus Level Rp 15.200
Mata uang rupiah. (Mohamad Trilaksono from Pixabay)

TANTRUM - Harga barang-barang kebutuhan berpotensi naik karena nilai Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. 

Posisi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau masih bergerak di batas tipis di dekat Rp 15.000 per dolar AS.

Rupiah diramal akan terus melemah seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang tidak dapat dibendung. 

Dolar AS diperkirakan bisa menembus level Rp 15.200. Penguatan dolar AS disebabkan oleh agresifnya Bank Sentral AS menaikkan suku bunga acuan demi meredam lonjakan inflasi yang kini sudah mencapai 9,1 persen.

"Ruang penguatan dolar masih ada dan rupiah bisa tergerus 15.100 dan 15.200 per akhir tahun hingga kuartal I tahun depan," ungkap Enrico Tanuwidjaja, Head Economic and Research UOB Indonesia, dicuplik dari CNBC Indonesia TV, Jumat, 29 Juli 2022.

Pelemahan Rupiah terhadap dolar AS ini berdampak pada kenaikan harga berbagai produk impor atau yang memiliki bahan baku mayoritas dari impor. 

Barang impor ini biasanya dibanderol dengan dolar AS. Ini yang menyebabkan biaya barang-barang akan semakin mahal.

Ada pun beberapa produk yang akan mengalami kenaikan harga seperti kendaraan bermotor. Ini karena komponen-komponen untuk merakit motor atau mobil sebagian harus diimpor.

Selain itu, barang-barang elektronik konsumen seperti laptop, handphone, hingga kulkas. Saat Rupiah melemah, harganya akan makin mahal Sebab bahan baku seperti sirkuit elektronik dan chips harus diimpor.

baca juga

Tak hanya barang elektronik, produk tekstil seperti baju dan celana pun harganya bisa makin mahal. Karena Indonesia masih mengimpor katun sebagai bahan baku pakaiannya.

Sektor farmasi juga akan terkena dampak dari pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Alasannya sebab porsi bahan bakunya yang mayoritas berasal dari luar negeri.

Akan tetapi, sebenarnya, ada sektor yang paling besar terdampak. Yakni adalah harga pangan.

Pengaruh kenaikan harga pangan yang naik adalah inflasi yang makin panas. Per Juni, laju inflasi Indonesia mencapai 4,35% year-on-year/yoy. 

Makanan pokok Indonesia seperti beras, jagung, gandum, kedelai, cabai, hingga bawang diimpor. 

Hal ini juga akan membuat harga bahan baku untuk makanan olahan pun makin mahal dan membuat harga jual ke konsumen semakin naik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Meski Rupiah Masih Meriang, Sri Mulyani Tetap Tenang

Meski Rupiah Masih Meriang, Sri Mulyani Tetap Tenang

Bisnis | Kamis, 28 Juli 2022 | 11:59 WIB

Pengamat: Kebijakan Bank Sentral AS Berisiko Pada Kurs Rupiah dan Cadangan Devisa

Pengamat: Kebijakan Bank Sentral AS Berisiko Pada Kurs Rupiah dan Cadangan Devisa

Bisnis | Kamis, 28 Juli 2022 | 11:56 WIB

Dolar AS Bergerak Melemah, Harga Emas Melesat 1 Persen

Dolar AS Bergerak Melemah, Harga Emas Melesat 1 Persen

Bisnis | Kamis, 28 Juli 2022 | 08:04 WIB

Terkini

Harga Cabai Turun, Daging Ayam dan Sapi Malah Naik di Pasar Tradisional

Harga Cabai Turun, Daging Ayam dan Sapi Malah Naik di Pasar Tradisional

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 08:35 WIB

AS Target 2 Kota Besar di Khuzestan, Jantung Minyak Iran

AS Target 2 Kota Besar di Khuzestan, Jantung Minyak Iran

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:33 WIB

Alisson Becker Buka Suara Usai Brasil Tersingkir, Isyaratkan Ingin Main di Piala Dunia 2030

Alisson Becker Buka Suara Usai Brasil Tersingkir, Isyaratkan Ingin Main di Piala Dunia 2030

Bola | Senin, 13 Juli 2026 | 08:30 WIB

Menelisik Sisi Gelap Kejiwaan Manusia dalam Film Obsession

Menelisik Sisi Gelap Kejiwaan Manusia dalam Film Obsession

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 08:30 WIB

Dihadiahi Timah Panas! Dua Pembunuh Wanita di Lampung Utara Ternyata Positif Sabu

Dihadiahi Timah Panas! Dua Pembunuh Wanita di Lampung Utara Ternyata Positif Sabu

Lampung | Senin, 13 Juli 2026 | 08:26 WIB

Mimpi Prabowo Bisa Terwujud? FIFA Buka Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

Mimpi Prabowo Bisa Terwujud? FIFA Buka Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

Bola | Senin, 13 Juli 2026 | 08:23 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejaksaan, Dugaan Kredit Bermasalah Tembus Rp5,8 Miliar

OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejaksaan, Dugaan Kredit Bermasalah Tembus Rp5,8 Miliar

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 08:21 WIB

6 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 13 Juli 2026: Hari Penuh Hoki untuk Capricorn hingga Gemini

6 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 13 Juli 2026: Hari Penuh Hoki untuk Capricorn hingga Gemini

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 08:16 WIB

Siapa Tan Kian? Bos Pacific Place dan JW Marriott yang Kembali Jadi Sorotan

Siapa Tan Kian? Bos Pacific Place dan JW Marriott yang Kembali Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 08:14 WIB

Perang Dimulai Lagi, Amerika Gempur Iran dengan Skala Besar

Perang Dimulai Lagi, Amerika Gempur Iran dengan Skala Besar

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:12 WIB

×