TANTRUM - Menteri dari kabinet yang dipimpin oleh Joko Widodo, Suharso Monoarfa terus didemo. Hal ini terkait dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), yang dinilai tidak sesuai.
"Kami dari Aliansi Mahasiswa Menggugat (AMAM) lagi-lagi akan terus hadir di depan KPK," ujar Koordinator Aksi, Ajrin di Depan Gedung KPK, Selasa (2/08/2022).
Ajrin menyebut, Suharso diduga beberapa kasus antara lain penyalahgunaan wewenang atau kekuasaan dan pemalsuan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).
"Mahasiswa akan terus melakukan demo hingga KPK mau memanggil dan mengusut kasus Suharso. Selain itu, mahasiswa juga terus melakukan konsolidasi untuk pemecahan kasus ini," katanya.
Ia mengaskan, demonstrasi merupakan sebuah kebebasan pendapat dan dilindungi undang-undang.
"Kami akan terus mengawal dan tetap melakukan aksi hingga Suharso diperiksa oleh KPK,” tutupnya.
Ia berharap, serangkaian demo ini, membuat KPK melakukan tindaklanjut atas laporan pada Suharso Monoarfa dar berbagai pihak.
Sebelumnya, Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nizar Dahlan mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
KPK pada tanggal 16 November 2020 sempat mengundang Nizar atas laporannya terhadap Suharso tersebut.
Baca Juga: Kondisi Melly Goeslaw setelah Operasi Bariatrik
Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Kaukus Muda PPP Hammam Asy'ari pada tanggal 9 November 2020 menyatakan, laporan dugaan gratifikasi Monoarfa itu ngawur.