TANTRUM - Industri otomotif di Indonesia, diyakini secara menyeluruh bergerak untuk membawa teknologi terbaru yang memanfaatkan energi baru dan terbarukan untuk masa depan yang lebih baik.
"Masyarakat membutuhkan teknologi kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan bebas dari polutan," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya di Gaikindo International Automotive Conference (GIAC), Kamis, 18 Agustus 2022.
Ia mengatakan, dalam beberapa hari sejak gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) berlangsung mulai 11 Agustus, masyarakat memiliki antusiasme terhadap kendaraan listrik.
"Dari situ saya menganggap bahwa electric mobility bukan sekadar memproduksi kendaraan listrik, industri otomotif dan kelistrikan saja. Tapi juga membawa gambaran yang lebih komprehensif lebih besar tentang bagaimana teknologi yang lebih ramah lingkungan yang seharusnya,” kata Agus.
Ia menjelaskan, Indonesia sepakat dengan regulasi COP 2026 untuk memulai emisi nol karbon (net zero emission) pada 2060, termasuk menggunakan energi baru dan terbarukan.
"Termasuk menjaga produksi dan regulasi yang lebih menguntungkan untuk semua pihak, kata Agus.
Ia menegaskan, Indonesia akan mulai memproduksi mobil listrik dengan jumlah 600 ribu unit mobil listrik, truk listrik, dan bus listrik di tahun 2030. Sementara untuk kategori kendaraan roda dua sebanyak tiga juta unit.
"Sebagai catatan, sekarang ada empat produsen bus listrik di Indonesia, kemudian tiga produsen mobil listrik dan 31 produsen motor listrik yang punya fasilitas produksi di Indonesia," katanya.
Ia memaparkan, transfer teknologi merupakan kata kunci dari peralihan di industri otomotif. Teknologi juga bukan hanya mencakup teknologi baterai saja, melainkan seluruh hal yang berkaitan dengan kendaraan listrik.
Baca Juga: Grup Vokal Asal Cianjur Putih Abu Abu Bikin Mini Album Persebahan Buat Melly Goeslaw
"Mesin penggerak, baterai, dan komponen yang bersentuhan langsung dengan lingkup kendaraan listrik ini harus dijaga," ungkapnya.