Penderita Diabetes Lebih Rentan Terkena Cacar Monyet, Simak Penjelasan Dokter

Tantrum

Rabu, 31 Agustus 2022 | 15:47 WIB
Penderita Diabetes Lebih Rentan Terkena Cacar Monyet, Simak Penjelasan Dokter
Monkey Pox atau Cacar Monyet (suara.com)

TANTRUM -  Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebut tercatat sebanyak 47.652 kasus cacar monyet secara global per 26 Agustus 2022. 

Dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD, atau yang dikenal dengan Dr. Jeff, menjelaskan cacar monyet lebih rentan menyerang orang dengan faktor risiko. 

Terkait faktor risiko, secara umum ada empat tipe orang yang rentan terpapar virus cacar monyet, yaitu ibu hamil, anak berusia kurang dari 8 tahun, orang yang terpapar hewan, seperti petugas di kebun binatang, dan pemilik imunitas atau kekebalan yang lemah. 

“Kekebalan yang melemah ini terdiri atas kekebalan yang disebut innate dan adaptif. Innate ini contohnya adalah kekebalan yang diperantarai oleh sel makrofag dan lainnya. Sedangkan kekebalan adaptif adalah kekebalan yang diperantarai limfosit sel B dan sel T. Kelemahan dari imunitas atau kekebalan ini menyebabkan virus monkeypox mudah masuk ke dalam tubuh penderita diabetes sehingga lebih rentan terjadi infeksi dan bermanifestasi menjadi gejala," jelas Jeff diucplik dari Tempo, Rabu, 31 Agustus 2022.

Selain itu, Jeff juga menjelaskan penderita gangguan imun seperti penyakit autoimun, khususnya diabetes, berisiko mengalami infeksi parah ketika terkena cacar monyet karena hiperglikemia atau kelebihan gula darah yang menyebabkan disfungsi respons imun ketika melawan kuman-kuman, termasuk virus cacar monyet. 

Hal tersebut  yang menyebabkan penderita diabetes biasanya berisiko mengalami gejala yang lebih berat. 

“Memang pada penderita diabetes itu terjadi perubahan dari sel-sel kekebalan yang disebut dengan cell-mediated immunity dan yang kedua dari antibodi atau antibody-mediated immunity. Perubahan yang terjadi berupa penurunan pada keduanya. Untuk cell-mediated ini biasanya yang menurun adalah fungsi sel makrofag, di mana sel tersebut dimiliki untuk membunuh virus yang masuk, termasuk virus cacar monyet ini," tambahnya.  

Meskipun penderita diabetes terpapar virus cacar monyet, harapan sembuh dan pulih tetap ada. 

Tetapi, yang perlu menjadi perhatian adalah ketika menjalani pemulihan perlu dilakukan upaya untuk menstabilkan kadar gula darah berhubung kadar gula yang tinggi tidak terkontrol kekebalan tubuh yang menurun.

baca juga

Sehingga dengan mengontrol kadar gula darah maka kekebalan tubuh akan menjadi pulih juga dan tidak mudah terkena infeksi lain. 

“Perlu juga dilihat apakah penderita diabetes ini sudah mengalami komplikasi pada organ-organ tubuh lainnya, yang mana kalau terjadi komplikasi atau komorbid, hal ini dapat menyebabkan penderita diabetes lebih sulit dan lebih lama waktu yang diperlukan untuk pulih dibanding biasanya. Hal ini disebabkan adanya gangguan fungsi pada organ-organ dalam sebagai collateral damage. Adanya kerusakan ini menyebabkan pemulihan biasanya lebih lama," ujar Jeff. 

Ketika penderita diabetes terpapar cacar monyet, penanganan yang dilakukan sama dengan pasien tanpa diabetes. 

Hanya saja, pada penderita diabetes harus dilakukan juga secara simultan dan segera upaya untuk mengontrol kadar gula darah. 

Upaya ini penting untuk menghindari lonjakan jumlah sel yang rentan mengalami kerusakan lanjutan akibat infeksi cacar monyet. 

“Cacar monyet pada penderita diabetes diatasi secara bersamaan dengan pemberian antivirus dan insulin untuk menurunkan kadar gula darah tinggi. Gula darah tinggi ini harus cepat diatasi untuk mencegah agar tidak terjadi komplikasi ke organ-organ lain," paparnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Belajar dari Mikhail Gorbachev, Ini Makanan Terbaik untuk Penyakit Ginjal dan Diabetes!

Belajar dari Mikhail Gorbachev, Ini Makanan Terbaik untuk Penyakit Ginjal dan Diabetes!

Health | Rabu, 31 Agustus 2022 | 12:30 WIB

Air Kencing Dikerebungi Semut, Waspada Terpapar Diabetes

Air Kencing Dikerebungi Semut, Waspada Terpapar Diabetes

Tantrum | Rabu, 31 Agustus 2022 | 06:35 WIB

Ini Alasan Ketua Satgas Monkeypox IDI soal Proses Identifikasi Pasien Cacar Monyet Butuh Waktu Lama

Ini Alasan Ketua Satgas Monkeypox IDI soal Proses Identifikasi Pasien Cacar Monyet Butuh Waktu Lama

Video | Rabu, 31 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Terkini

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik

Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah

7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Review Film M3GAN 2.0: Aksi Penuh Gaya dari Boneka Ikonik Generasi Baru!

Review Film M3GAN 2.0: Aksi Penuh Gaya dari Boneka Ikonik Generasi Baru!

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Sinyal Positif: Realisasi Pajak Lampung Meroket 25 Persen di Semester I

Sinyal Positif: Realisasi Pajak Lampung Meroket 25 Persen di Semester I

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Tak Hanya Soal Usia, Ini Perbedaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak

Tak Hanya Soal Usia, Ini Perbedaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:50 WIB

×