Menunggu Sidang Etik Ipda Suhartono, Polisi yang Diduga Menyuruh Wartawan Berbicara dengan Pohon

Tantrum

Sabtu, 03 September 2022 | 08:09 WIB
Menunggu Sidang Etik Ipda Suhartono, Polisi yang Diduga Menyuruh Wartawan Berbicara dengan Pohon
Warganet dihebohlan dengan video viral yang memperlihatkan seorang jurnalis televisi diminta bicara dengan pohon oleh penyidik Polsek Kembangan, Jakarta Barat saat hendak konfirmasi soal kaus KDRT. (tangkap layar/ist)

TANTRUM - Video aksi polisi menyuruh seorang wartawati berbicara kepada pohon viral di media sosial pasca diunggah akun Instagram @sunankalijaga_sh, Rabu (31/8).

Video tersebut menunjukkan seorang wartawati berbaju hitam ingin melakukan wawancara terkait kasus kekerasan rumah tangga yang dialami seorang wanita.

Namun demikian, salah satu anggota Polsek Metro Kembangan tidak membiarkan wanita itu masuk ke dalam Polsek. Wanita itu malah diminta berbicara sama pohon yang ada di depan Polsek. 

Atas adanya kejadian itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak agar polisi yang menyuruh wartawan bicara pada pohon diSidang Etik profesi Polri.

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti menyesalkan masih adanya anggota polisi yang arogan terhadap masyarakat.

Jika video viral polisi yang menyuruh wartawan bicara ke pohon benar adanya, maka sudah selayaknya anggota Polsek Metro Kembangan, Ipda Suhartono tersebut dilakukan Sidang Etik.

"Jika betul polisi Kembangan terbukti menyuruh wartawan bicara dengan pohon, maka anggota tersebut perlu diperiksa dan diproses berdasarkan kode etik dan disiplin," ungkapnya dicuplik dari fajar.co.id, Sabtu, Sabtu, 3 September 2022.

Dia menilai perilaku anggota polisi tersebut tidak profesional saat dimintai wawancara oleh wartawan.

Dia menyebut seharusnya mereka bisa memberikan informasi yang dibutuhkan wartawan.

"Tindakan polisi itu jelas tidak profesional, tidak melayani dengan baik dan tidak memberikan informasi yang dibutuhkan wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya, serta merendahkan martabat," tuturnya.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Pasma Royce mengemukakan, anggotanya yang menyuruh wartawan berbicara kepada pohon dihukum sesuai dengan instruksi Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya.

"Kalau memang ada kesalahan kita akan menjalankan hukuman tersebut kepada pihak yang bersangkutan," katanya, Jumat, 2 September 2022.

Sejauh ini, personel Polsek Kembangan yang menyuruh wartawan berbicara dengan pohon sudah diperiksa Propam Polres Jakarta Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi yang Suruh Wartawan Ngomong ke Pohon Akan Dihukum Propam

Polisi yang Suruh Wartawan Ngomong ke Pohon Akan Dihukum Propam

| Jum'at, 02 September 2022 | 16:20 WIB

Begini Nasib Oknum Polisi 'Songong' yang Suruh Wartawan Bicara Sama Pohon

Begini Nasib Oknum Polisi 'Songong' yang Suruh Wartawan Bicara Sama Pohon

News | Jum'at, 02 September 2022 | 14:50 WIB

Polisi Suruh Wartawan Bicara ke Pohon Menunggu Hukuman

Polisi Suruh Wartawan Bicara ke Pohon Menunggu Hukuman

Sulsel | Jum'at, 02 September 2022 | 13:48 WIB

Terkini

Nadiem Tuding Kasus Chromebook Bermula dari Dendam Birokrasi: Banyak yang Periuk Nasinya Terganggu

Nadiem Tuding Kasus Chromebook Bermula dari Dendam Birokrasi: Banyak yang Periuk Nasinya Terganggu

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:37 WIB

12 Dosa di Jalan Raya yang Bikin STNK Kendaraanmu Mendadak Diblokir

12 Dosa di Jalan Raya yang Bikin STNK Kendaraanmu Mendadak Diblokir

Otomotif | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:36 WIB

Betrand Peto Bicara dari Hati, Minta Giorgio Antonio Bikin Rumah Baru untuk Sarwendah

Betrand Peto Bicara dari Hati, Minta Giorgio Antonio Bikin Rumah Baru untuk Sarwendah

Entertainment | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:36 WIB

Habiburokhman Sentil Dino Patti Djalal: Jangan Sok Paling Tahu Diplomasi

Habiburokhman Sentil Dino Patti Djalal: Jangan Sok Paling Tahu Diplomasi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:35 WIB

Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes

Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes

Your Say | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:33 WIB

4 Skin Tint Lokal yang Bagus untuk Daily Makeup, Hasil Natural dan Anti Berat

4 Skin Tint Lokal yang Bagus untuk Daily Makeup, Hasil Natural dan Anti Berat

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:31 WIB

Viral Akrobat Bajing Loncat di Atas Truk Pupuk Berakhir di Balik Jeruji Polsek Panjang

Viral Akrobat Bajing Loncat di Atas Truk Pupuk Berakhir di Balik Jeruji Polsek Panjang

Lampung | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:26 WIB

Riwayat Pendidikan Dino Patti Djalal yang Kritik Kunker Prabowo ke Luar Negeri

Riwayat Pendidikan Dino Patti Djalal yang Kritik Kunker Prabowo ke Luar Negeri

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:25 WIB

John Herdman Ingin Timnas Indonesia Bertemu Malaysia dan Thailand di Piala AFF 2026, Ini Alasannya

John Herdman Ingin Timnas Indonesia Bertemu Malaysia dan Thailand di Piala AFF 2026, Ini Alasannya

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:24 WIB

Timnas Iran Piala Dunia 2026, Sardar Azmoun Dicoret Akibat Kritik Politik di Media Sosial

Timnas Iran Piala Dunia 2026, Sardar Azmoun Dicoret Akibat Kritik Politik di Media Sosial

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:23 WIB