Tidak perlu olahraga berat, melakukan olahraga untuk jantung dengan intensitas sedang sudah membantu mengurangi risiko penyakit ini.
4. Terapkan pola makan sehat
Kebiasaan makan tidak sehat dapat meningkatkan risiko Anda mengalami gagal jantung.
Risiko penyakit ini akan semakin meningkat ketika Anda mengonsumsi makanan-makanan manis, tinggi gula, dan banyak garam secara berlebih.
Sebagai gantinya, Anda bisa mengubah pola makan lebih sehat dengan banyak mengonsumsi whole grain, ikan, sayur, buah, dan kacang-kacangan.
Makanan-makanan tersebut dapat membantu menjaga tekanan darah, gula darah, dan kolesterol dalam batas normal.
5. Istirahat dengan cukup
Kurang tidur merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko gangguan pada jantung. Maka dari itu, pastikan Anda sudah beristirahat dengan cukup setiap harinya untuk mencegah gagal jantung.
Normalnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur setidaknya tujuh hingga delapan jam per hari. Anda bisa mulai menerapkannya mulai hari ini untuk menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko terkena penyakitnya.
Stres dapat ikut meningkatkan risiko gagal jantung. Ketika stres, Anda berpotensi mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi), yang merupakan salah satu faktor risiko utama gagal jantung.
Untuk mencegah gagal jantung, Anda harus bisa mengelola stres dengan baik. Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan seperti jalan-jalan ke alam bebas, meditasi, atau yoga.
7. Menjaga kesehatan mulut
Menurut studi yang dirilis dalam Journal of Indian Society of Periodontology, radang gusi alias gingivitis dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung. Hal ini terjadi ketika bakteri di mulut mulai menyebar ke seluruh tubuh.
Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan mulut. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali juga dapat membantu memastikan kesehatan mulut Anda tetap terjaga.
8. Kontrol kesehatan jantung secara berkala
Mengingat kehadiran penyakit ini jarang disadari, kontrol kesehatan jantung secara berkala dapat membantu mencegah terjadinya gagal jantung.
Lewat pemeriksaan rutin, dokter dapat menangani penyakit jantung sedini mungkin jika ditemukan adanya gejala.
Orang yang sehat atau berisiko mengalami penyakit jantung dianjurkan untuk periksa rutin setidaknya setahun sekali. Sementara itu, pengidap penyakit jantung perlu periksa rutin tiap sebulan sekali.
Perlu diingat, cara-cara di atas tidak sepenuhnya melindungi Anda dari penyakit gagal jantung. Meski begitu, pola hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko Anda terkena penyakit ini.