Santri Gontor Meninggal Diduga Dianiaya, Ini Instruksi Wapres Ma'ruf Amin

Tantrum | Suara.com

Rabu, 07 September 2022 | 12:04 WIB
Santri Gontor Meninggal Diduga Dianiaya, Ini Instruksi Wapres Ma'ruf Amin
Olah TKP di Pondok Pesantren Gontor (Foto: Beritajatim)

TANTRUM - Siswa atau santri meninggal di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, menyeruak ke publik, setelah ibu korban bercerita pada pengacara Hotman Paris. Satri tersebut diduga mengalami penganiayaan.

Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin meminta segala bentuk tindak kekerasan dalam dunia pendidikan, baik di sekolah maupun pesantren segera dihentikan.

"Wapres memberikan satu arahan agar jangan sampai terjadi kekerasan lagi di lembaga pendidikan, apakah itu pesantren, lembaga pendidikan berasrama yang lain, dan berlatar belakang agama ataupun tidak,” kata Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi.

Wapres menekankan, apa pun alasan dan motifnya, tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan tidak tepat, termasuk bentuk hukuman berupa kekerasan fisik.

"Kita ambil pelajaran. Kepada lembaga pendidikan yang lain agar jangan terjadi seperti itu lagi. Karena ini kan beruntun ya, banyak sekali kejadian (kekerasan) seperti itu, dulu juga pernah terjadi di lembaga pendidikan negara (seperti) Institut Pendidikan Dalam Negeri," katanya.

Terkait kejadian di Gontor, tutur Masduki, Wapres mengharapkan agar kasus tersebut segera diselesaikan dan Gontor sebagai lembaga pendidikan yang selama ini memiliki reputasi baik dapat terus berjalan sebagaimana mestinya, sekaligus mengambil pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.

"Pastikan bahwa proses belajar mengajar di Gontor tidak terganggu kasus ini. Kasusnya sedang ditangani dengan baik oleh pihak kepolisian dan manajemen Gontor juga sangat terbuka dan bekerja sama dengan baik untuk proses pemeriksaan, ada beberapa saksi dan seterusnya,” ujar Masduki.

Wapres menuturkan, sebenarnya pemerintah sejauh ini telah menerbitkan berbagai panduan dan aturan agar tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan tidak berulang.

"Tetapi memang, terkadang ada semacam ekses yang tidak bisa digeneralisasi, tapi itu kasuistik dan memang harus kita ambil pelajaran jangan sampai terjadi hal yang seperti itu lagi di lembaga-lembaga pendidikan lain," terangnya.

Polisi telah menyita sejumlah barang bukti di antaranya kentongan, air mineral, minyak kayu putih, hingga becak. Adapun baju korban telah dikembalikan ke keluarga AM di Palembang. 

Hingga kini sudah ada 11 orang saksi yang diperiksa. Polisi mendapati identitas terduga pelaku lebih dari satu orang. Pihak pondok sudah mengakui kejadian tersebut dan meminta maaf.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hotman Paris Usul Pangkas Uang Pensiun Seumur Hidup DPR untuk Subsidi BBM

Hotman Paris Usul Pangkas Uang Pensiun Seumur Hidup DPR untuk Subsidi BBM

| Rabu, 07 September 2022 | 10:13 WIB

Kasus Santri Pondok Gontor Tewas, Ini Penjelasan Polisi

Kasus Santri Pondok Gontor Tewas, Ini Penjelasan Polisi

| Rabu, 07 September 2022 | 07:31 WIB

Pernyataan Lengkap dan Permintaan Maaf Gontor Atas Meninggal Seorang Santri Diduga Dianiaya

Pernyataan Lengkap dan Permintaan Maaf Gontor Atas Meninggal Seorang Santri Diduga Dianiaya

| Selasa, 06 September 2022 | 07:40 WIB

Terkini

TAUD Ungkap Ada 16 Terduga Pelaku Sipil di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

TAUD Ungkap Ada 16 Terduga Pelaku Sipil di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:15 WIB

Dilema Sunyi Generasi UMR: Kerja Demi Hidup atau Hidup Demi Kerja?

Dilema Sunyi Generasi UMR: Kerja Demi Hidup atau Hidup Demi Kerja?

Your Say | Kamis, 09 April 2026 | 19:15 WIB

Retribution: Teror Bom di Balik Kemudi Liam Neeson, Malam Ini di Trans TV

Retribution: Teror Bom di Balik Kemudi Liam Neeson, Malam Ini di Trans TV

Entertainment | Kamis, 09 April 2026 | 19:15 WIB

Terpopuler: Gaji Kepala Samsat yang Dicopot Dedi Mulyadi hingga Shio Paling Hoki

Terpopuler: Gaji Kepala Samsat yang Dicopot Dedi Mulyadi hingga Shio Paling Hoki

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 19:13 WIB

Sekutu AS Kecam Israel, Desak Gencatan Senjata dengan Iran juga Berlaku di Lebanon

Sekutu AS Kecam Israel, Desak Gencatan Senjata dengan Iran juga Berlaku di Lebanon

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:11 WIB

Perpustakaan Tubuh yang Diam-Diam Membusuk

Perpustakaan Tubuh yang Diam-Diam Membusuk

Your Say | Kamis, 09 April 2026 | 19:10 WIB

Pramono Anung Sebut Aduan Warga ke JAKI Tidak Turun Usai Skandal Foto AI, Tapi Tak Boleh Terulang

Pramono Anung Sebut Aduan Warga ke JAKI Tidak Turun Usai Skandal Foto AI, Tapi Tak Boleh Terulang

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:09 WIB

Sinopsis Gold Land, Park Bo Young Terlibat Kasus Emas dan Pengkhianatan

Sinopsis Gold Land, Park Bo Young Terlibat Kasus Emas dan Pengkhianatan

Your Say | Kamis, 09 April 2026 | 19:05 WIB

3 Rekomendasi Mobil Listrik Paling Murah 2026, Cocok buat Harian

3 Rekomendasi Mobil Listrik Paling Murah 2026, Cocok buat Harian

Kaltim | Kamis, 09 April 2026 | 19:03 WIB

Beda Usia 53 Tahun, Pernikahan Haji Buhari Dengan Anak 18 Tahun Disorot Publik

Beda Usia 53 Tahun, Pernikahan Haji Buhari Dengan Anak 18 Tahun Disorot Publik

Sulsel | Kamis, 09 April 2026 | 19:02 WIB