Temuan ini berdasarkan 48 studi tentang genetika dan stroke iskemik yang melibatkan 17.000 pasien stroke dan hampir 600.000 partisipan sehat sebagai kontrol yang tidak mengalami stroke.
Para peneliti kemudian menganalisis kromosom yang terkumpul untuk mengidentifikasi varian genetik terkait stroke dini.
Area kromosom tersebut mencakup gen yang menentukan golongan darah seseorang, yang meliputi golongan darah A, AB, B, atau O.
Hasilnya, ditemukan bahwa orang-orang yang mengalami stroke lebih dini memiliki golongan darah A. Sebaliknya, orang dengan golongan darah O berisiko lebih rendah terkena stroke dini.