Musim Penghujan Tiba, Waspadai 7 Penyakit Ini

Tantrum

Jum'at, 09 September 2022 | 15:47 WIB
Musim Penghujan Tiba, Waspadai 7 Penyakit Ini
ilustrasi diare. (pixabay.com)

TANTRUM - Saat musim penghujan tiba, genangan air dan banjir mulai memenuhi ruas-ruas jalan. Ini bukan hanya mengganggu kenyamanan dan kebersihan, tetapi juga berdampak pada kesehatan. 

Salah satunya adalah dengan tercemarnya sumber air minum masyarakat seperti sumur dangkal. Hal ini bisa berakibat pada terbatasnya ketersediaan air bersih dan timbulnya penyakit seperti diare

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang juga merupakan mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama diberitakan bisnis.com, Jumat, 9 September 2022, mengungkapkan setidaknya ada tujuh penyakit yang mengintai masyarakat Indonesia kala musim penghujan tiba yang dipublikasikan melalui laman Kementerian Kesehatan RI.

1. Diare 

Salah satu penyakit langganan saat musim hujan. Seperti yang sudah disebutkan di atas, diare dapat ditimbulkan akibat terbatasnya ketersediaan air bersih yang disebabkan oleh banjir atau tercemarnya sumber air masyarakat. 

dr. Tjandra menyarankan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dengan sabun setiap buang air besar ataupun sat akan makan, menghindari tumpukan sampah, dan yang paling penting adalah mendidihkan air terlebih dahulu sebelum diminum.

2. Demam berdarah 

Saat musim hujan, terjadi peningkatan perindukan nyamuk aedes aegypti. Hal ini meningkatkan risiko terkenanya penyakit demam berdarah dibanding pada saat musim kemarau. 

Sebab, pada musim hujan terdapat genangan-genangan serta sampah berair yang bisa menjadi sarang tempat berkembangbiaknya nyamuk. 

baca juga

Untuk mencegah peningkatan perindukan nyamuk aedes aegypti, masyarakat dihimbau untuk bergotong-royong melakukan program 3M. 

Program 3M ini adalah program andalan dalam mencegah nyamuk aedes aegypti, yaitu dengan mengubur barang-barang bekas, menguras penampungan air secara berkala, serta menutup penampungan air yang bisa menjadi sarang nyamuk.

3. Lestospirosis

Penyakit lestospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira yang ditularkan oleh hewan, termasuk tikus. 

Cara penularannya adalah ketika seseorang yang mempunyai luka terbuka, terkena atau berada dalam genangan air seperti banjir yang mengandung kotoran air kencing tikus. Hal ini kemudian membuat orang tersebut jatuh sakit. 

Maka, penting untuk memakai pelindung seperti sepatu saat berkepentingan untuk melewati genangan ataupun banjir. 

Kemudian ketika mengalami gejala suhu tubuh meningkat tiba-tiba serta sakit kepala dengan disertai menggigil, segera hubungi fasilitas kesehatan.

4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA

Saat mengalami batuk, demam, dengan sesak napas yang disertai oleh nyeri dada, maka ini bisa jadi tanda mengalami ISPA. 

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus serta mikroba lainnya ini termasuk salah satu penyakit yang rentan diderita saat musim hujan, termasuk di pengungsian.

Cara penanganannya adalah dengan beristirahat, pengobatan sesuai gejala, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menutup hidung dan mulut saat ada yang batuk ataupun meludah sembarangan. 

5. Alergi atau infeksi pada kulit 

Pada musim penghujan, kebersihan lingkungan kerap kali menjadi salah satu faktor timbulnya masalah kesehatan. 

Karena buruknya kebersihan ini, juga bisa timbulkan penyakit kulit seperti infeksi ataupun alergi. 

Hal ini sangat mungkin terjadi di tempat-tempat pengungsian, karena banyaknya orang berkumpul juga menjadi salah satu faktor yang mendukung penularan penyakit ini. 

6. Demam tifoid

Penyakit saluran pencernaan yang sangat mungkin terjadi pada saya musim penghujan, demam tifoid. 

Hal ini dikarenakan kebersihan makanan juga terganggu saat musim penghujan, terlebih saat banjir. 

7. Risiko peningkatan penyakit kronik 

Pada saat banjir, risiko perburukan penyakit kronik juga meningkat. Hal ini dikarenakan pada saat musim hujan, penurunan daya tahan tubuh juga seringkali terjadi. Ini merupakan kondisi yang cukup membahayakan penderita penyakit kronik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Catatan Lain KPA Kota Bandung, Paparan HIV Terjadi ke 653 Ibu Rumah Tangga

Catatan Lain KPA Kota Bandung, Paparan HIV Terjadi ke 653 Ibu Rumah Tangga

Tantrum | Sabtu, 03 September 2022 | 17:48 WIB

1,7 Juta Hewan Ternak Sudah Disuntik Vaksin PMK

1,7 Juta Hewan Ternak Sudah Disuntik Vaksin PMK

Tantrum | Selasa, 30 Agustus 2022 | 09:51 WIB

7 Buah untuk Pengidap Diabetes

7 Buah untuk Pengidap Diabetes

Tantrum | Minggu, 28 Agustus 2022 | 08:14 WIB

Sebab dan Cara Perawatan Luka Diabetes Sulit Sembuh

Sebab dan Cara Perawatan Luka Diabetes Sulit Sembuh

Tantrum | Rabu, 24 Agustus 2022 | 08:50 WIB

Vaksin PMK Didatangkan Dari Lima Perusahaan Asing di Luar Negeri

Vaksin PMK Didatangkan Dari Lima Perusahaan Asing di Luar Negeri

Tantrum | Rabu, 24 Agustus 2022 | 07:44 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×