Seks, Salah Satu Pemicu Bunuh Diri

Tantrum

Kamis, 15 September 2022 | 11:41 WIB
Seks, Salah Satu Pemicu Bunuh Diri
Ilustrasi berhubungan seks, bercinta, masalah seksual (Unsplash/We-Vibe WOW Tech) (suara.com)

TANTRUM - Data himpunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan bahwa per tahunnya, terdapat sekitar 703 ribu orang di seluruh dunia yang melakukan tindakan bunuh diri.

WHO mengungkapkan bahwa jutaan orang telah menderita dari kesedihan yang mendalam dan terpengaruh untuk melakukan perilaku bunuh diri. 

Selama tiga tahun terakhir, tema yang diangkat WHO dalam Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia adalah Creating Hope Through Action.

Setiap tahunnya, tiap 10 September selalu diperingati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia atau World Suicide Prevention Day.

Menurut WHO, dengan menciptakan harapan melalui tindakan, siapapun dapat memberi sinyal pada orang-orang yang mempunyai pikiran untuk bunuh diri bahwa terdapat harapan dan kepedulian pada mereka.

Bunuh diri sendiri merupakan tindakan yang dapat dilakukan akibat berbagai penyebab. Dokter spesialis kedokteran jiwa, Gina Anindyajati mengungkapkan bahwa seks sebenarnya menjadi salah satu diantara penyebab bunuh diri lainnya.

"Hari ini merupakan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia. Jadi seks itu sebenarnya erat kaitannya dengan bunuh diri. Banyak masalah-masalah yang timbul berkaitan dengan seks yang berujung pada dorongan untuk mengakhiri hidup," ujar Gina dalam webinar Let's Talk Pleasure dicuplik dari Liputan6.com, Kamis 15 Septemebr 2022.

Gina menjelaskan, untuk seks yang sehat dan mental yang sejahtera dibutuhkan dua hal yakni consent. 

Menurutnya, consensual sex merupakan persetujuan aktif untuk melakukan aktivitas seksual bersama.

baca juga

"Maka sebelum kita melakukan hubungan seks dengan pasangan, tanyakan apakah betul kita ingin melakukan ini. Kalau ditanya, berikan juga jawabannya. Jadi ada kesempatan berekspresi," kata Gina.

Lebih lanjut Gina mengungkapkan bahwa hubungan seks membutuhkan persetujuan atau consent. Penyebabnya berkaitan dengan batasan-batasan yang memang seharusnya ditetapkan bersama pasangan.

"Kenapa pertanyaan dan jawaban (terkait persetujuan) itu perlu untuk diberikan pada pasangan, karena inilah cara pasangan untuk menetapkan batasan pribadi masing-masing," ujar Gina.

Selanjutnya hal kedua yang perlu dilakukan untuk seks yang sehat dan mental yang sejahtera adalah memahami apa motivasi Anda dan pasangan dalam melakukan hubungan seksual.

"Seks yang sehat dan mental yang sejahtera itu akan tercapai kalau tujuan dari aktivitas seksualnya itu membawa kepuasan bagi seluruh pihak yang terlibat," kata Gina.

"Bukan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan seksual yang sifatnya patologis. Seperti misalnya agresi, kekuasaan, maupun status," tambahnya.

Menurut Gina, dua hal tersebutlah yang menjadi penting dalam menciptakan seks yang sehat dan mental yang sejahtera. 

Dengan begitu, para pasangan sebenarnya dapat secara tidak langsung menurunkan potensi atau pemicu bunuh diri.

Gina mengungkapkan untuk mencapai seks yang sehat dan mental yang sejahtera, seks perlu dilakukan dengan consent dan motif yang jelas. 

Hal tersebut juga dikarenakan seks yang tidak sehat tanpa consent dan motif dapat menimbulkan dampak yang lebih panjang.

"Jadi kalau misalnya seks dilakukan tanpa consent dan kita tidak tahu motifnya apa, kayak misalnya kita makan, itu kan kita sering emotional eating. Nah seks juga sama, ada aktivitas-aktivitas seks yang dilakukan karena emosi," ujar Gina.

"Nah ketika kita tidak menyadari motif ini, kemudian tidak ada juga consent dalam aktivitas seks yang kita lakukan dengan pasangan, maka akhirnya bisa muncul gangguan juga pada kesehatan fisik," tambahnya.

Gangguan pada kesehatan fisik yang dimaksud menurut Gina adalah seks dapat menyebabkan infeksi menular seksual (IMS). Bahkan akhirnya dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan mental.

"Bisa menimbulkan adanya kemungkinan Depresi. Artinya apa? Tidak sedikit yang mengalami gangguan stres pasca trauma, mengalami disfungsi seksual, dan sebagainya," kata Gina.

Sehingga menurut Gina, jikalau gangguan fisik maupun gangguan mental yang diakibatkan oleh seks menjadi berkepanjangan, maka dampak selanjutnya yang mungkin menghampiri adalah munculnya gangguan fungsi pada kehidupan.

"Kalau ini terjadi berkepanjangan atau derajatnya sangat berat, ini akan bisa menimbulkan gangguan pada fungsi kehidupan," ujar Gina.

Gina pun berharap bahwa masyarakat dapat mengerti bahwa seksualitas sebenarnya merupakan hal yang kompleks dan terus-menerus akan berubah seiring dengan adanya perkembangan zaman.

"Tapi yang penting untuk dipahami adalah seksualitas ini meliputi gambaran ketertarikan seseorang pada sesuatu, identitas seksual seseorang, perilaku seksual, dan pengalaman seksual,"

"Kesejahteraan mental merupakan landasan terbentuknya hubungan yang sehat dan ini dicapai melalui berbagai tahapan perkembangan supaya seseorang bisa merasa aman, merasa dirinya baik, dan dicintai," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keluarga, Keuangan dan Kesepian Faktor Dominan Orang Indonesia Bunuh Diri

Keluarga, Keuangan dan Kesepian Faktor Dominan Orang Indonesia Bunuh Diri

Tantrum | Jum'at, 09 September 2022 | 14:05 WIB

Apa Itu Gas Air Mata? Efek Jika Terpapar dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Gas Air Mata? Efek Jika Terpapar dan Cara Mengatasinya

Tantrum | Kamis, 08 September 2022 | 14:03 WIB

Ya Tuhan! 7 Anak Panti Dijakdikan Budak Seks oleh Pendeta

Ya Tuhan! 7 Anak Panti Dijakdikan Budak Seks oleh Pendeta

Tantrum | Senin, 05 September 2022 | 08:18 WIB

Mungkin Relate dengan Kondisi Saat Ini, 7 Film dengan Tema Stockholm Syndrome

Mungkin Relate dengan Kondisi Saat Ini, 7 Film dengan Tema Stockholm Syndrome

Tantrum | Jum'at, 02 September 2022 | 16:41 WIB

Apa Itu Stockholm Syndrome? Simak Penjelasan Ilmiahnya

Apa Itu Stockholm Syndrome? Simak Penjelasan Ilmiahnya

Tantrum | Jum'at, 02 September 2022 | 15:22 WIB

Terkini

Plot Twist! Neymar Sudah Latihan Tapi Ditinggal Timnas Brasil Jelang Lawan Haiti

Plot Twist! Neymar Sudah Latihan Tapi Ditinggal Timnas Brasil Jelang Lawan Haiti

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 23:58 WIB

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Resmi Dijual, Indonesia Sambut Ajang Balap Kelas Dunia Kelima Kalinya

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Resmi Dijual, Indonesia Sambut Ajang Balap Kelas Dunia Kelima Kalinya

Sport | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:57 WIB

Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026

Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:37 WIB

Surga Pecinta Mainan Kreatif, Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka

Surga Pecinta Mainan Kreatif, Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:35 WIB

Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah

Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah

Kalbar | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:29 WIB

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:18 WIB

Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati

Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati

Kalbar | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:15 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:02 WIB

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:57 WIB